Kemendag Dorong Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit ke Taiwan

    Ilham wibowo - 11 Desember 2019 11:36 WIB
    Kemendag Dorong Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit ke Taiwan
    Ilustrasi industri sawit. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.
    Jakarta: Produk unggulan Indonesia diupayakan kinerja ekspornya terus meningkat. Langkah tersebut dilakukan beragam promosi seperti misi dagang dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

    Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag Arlinda mengatakan promosi perlu terus dilakukan untuk memperkuat pasar ekspor produk potensial Tanah Air. Seperti misi dagang RI ke Taiwan misalnya, agenda agenda peningkaan bisnis dikedepankan dalam menggenjot ekspor Indonesia ke pasar global.

    "Kemendag terus menggencarkan misi dagang ke berbagai kawasan sebagai upaya menggenjot ekspor dan untuk meraih target pertumbuhan ekspor. Misi dagang ke Taiwan ini diharapkan dapat memfasilitasi para pengusaha Indonesia untuk mencapai target ekspor," ungkap Arlinda melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Desember 2019.

    Pada 2018, total perdagangan Indonesia dan Taiwan tercatat mencapai USD8,26 miliar. Pada 
    periode tersebut ekspor Indonesia tercatat sebesar USD4,7 miliar, sementara impor Indonesia dari Taiwan tercatat sebesar USD3,56 miliar.

    Indonesia pun tercatat merupakan pemasok batu bara ke Industri Taiwan. Sementara impor Indonesia dari Taiwan terdiri komponen elektronik, sirkuit elektronik, dan kain.

    "Kita yakin ekspor ke Taiwan akan meningkat. Hal ini berkaca pada surplus perdagangan non-migas dengan Taiwan yang mengalami peningkatan sebesar 372,17 persen pada periode Januari-September 2019 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," kata Arlinda.

    Rangkaian misi dagang ke Taiwan akan meliputi kunjungan ke beberapa perusahaan, pertemuan dengan General Chamber of Commerce of the Republic of China/ROCCOC atau Kadin Taiwan, menyelenggaraan forum bisnis, penjajakan kerja sama bisnis, pertemuan bilateral, serta kunjungan ke pameran Taipei Building Show.

    Pada misi dagang kali ini, Kemendag memfasilitasi 13 pelaku usaha eksportir dari berbagai sektor yaitu produk kelapa sawit, makanan dan minuman, kopi, teh, kakao, rempah-rempah, bahan bangunan, furnitur dan kerajinan, tekstil jasa, serta keuangan.

    Sementara itu, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Didi Sumedi sangat antusias dengan misi dagang ini. KDEI berharap kegiatan misi dagang ke Taiwan dapat memperkenalkan produk-produk Indonesia kepada masyarakat Taiwan dan diaspora Indonesia di sana.

    "Melalui rangkaian misi dagang ini masyarakat Taiwan dapat mengetahui lebih banyak tentang Indonesia, produk-produk ekspor Indonesia, tertarik mengunjungi Indonesia untuk berwisata atau berinvestasi serta melakukan bisnis dengan pelaku usaha Indonesia," tambah Didi.

    Pada misi dagang kali ini, Kemendag juga akan melakukan pertemuan dengan Asosiasi Minyak Nabati Taiwan (Taiwan Vegetable Oil Association/TVOA). Pertemuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempromosikan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia di Taiwan.

    Adapun minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk dala pengentasan kemiskinan di Indonesia lantaran komoditas ini merupakan sumber pendapatan rakyat. Indonesia pun telah memasok 6,58 juta ton atau lebih dari setengah Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) di pasar global berdasarkan skema Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id