KAI Tutup 311 Perlintasan Sebidang Tidak Resmi

    Husen Miftahudin - 06 September 2019 11:58 WIB
    KAI Tutup 311 Perlintasan Sebidang Tidak Resmi
    Sejumlah kendaraan bermotor melintas di perlintasan sebidang kereta api kawasan Lenteng Agung. Jakarta. FOTO: MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menutup 311 perlintasan sebidang tidak resmi selama 2018 hingga Juni 2019. Hal tersebut untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

    Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang muncul karena meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan, namun meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas justru memicu kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

    Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengakui penutupan perlintasan sebidang tidak resmi kerap mendapat penolakan dari masyarakat. Oleh karena itu, butuh solusi dan alternatif yang didukung dan dikerjasamakan banyak pihak.

    "Dengan kerja sama dari banyak pihak, diharapkan keberadaan perlintasan sebidang dapat segera disolusikan melalui langkah nyata dari berbagai pihak terkait untuk keselamatan para pengendara dan perjalanan kereta api," ujar Edi dalam forum diskusi di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 6 September 2019.

    Salah satu upayanya adalah dengan menggandeng kepolisian, dinas perhubungan, dan pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi dan operasi serentak di sejumlah perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera pada 12 September.

    "KAI bersama instansi terkait akan turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan operasi serentak di sejumlah perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera," beber Edi.

    Berdasarkan catatan KAI, terdapat sebanyak 1.223 perlintasan sebidang yang resmi (dijaga) dan 3.419 perlintasan sebidang yang liar (tidak dijaga). Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa jalan layang (flyover) maupun underpass berjumlah sebanyak 349.

    Adapun selama 2019, terjadi sebanyak 260 kali kecelakaan yang mengakibatkan 76 nyawa melayang. "Tingginya angka kecelakaan disebabkan akibat para pengendara yang melalui perlintasan tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi," pungkas Edi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id