Kemenperin Genjot Hilirisasi, Gaet Investasi dan Tingkatkan Ekspor

    Antara - 03 Februari 2020 13:03 WIB
    Kemenperin Genjot Hilirisasi, Gaet Investasi dan Tingkatkan Ekspor
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mendorong hilirisasi industri. Hal itu dianggap penting karena aktivitas tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah dari bahan baku di dalam negeri, menggaet investasi dan memdongkrak ekspor. Semangat Kemenperin itu perlu didukung implementasi kebijakan larangan ekspor mineral mentah.

    “Kebijakan itu yang memang ditunggu oleh Kemenperin. Sebab, dengan larangan itu bisa memacu kinerja di sektor industri hulu, sekaligus juga diharapkan dapat mengundang investasi sektor tersebut masuk ke Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dikutip dari Antara, Senin, 3 Februari 2020.

    Menperin menyebutkan Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam yang dapat diolah sebagai bahan baku industri. Selain mineral, komoditas lainnya yang cukup potensial adalah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

    “Memang CPO merupakan komoditas yang sedang dioptimalkan menjadi kebutuhan domestik, karena kita sedang membangun program B30 dan dalam dua tahun ke depan akan dikembangkan menjadi B100,” paparnya.

    Oleh karena itu, pihaknya optimistis terhadap hilirisasi industri yang dapat menjaga kekuatan perekonomian nasional agar tidak mudah terombang-ambing di tengah fluktuasi harga komoditas.

    Untuk itu, industri pengolahan di dalam negeri perlu dipacu pertumbuhan dan pengembangannya karena berperan penting meningkatkan nilai tambah sumber daya alam untuk dibuat sebagai barang setengah jadi hingga produk jadi.

    “Makanya, kita harus fokus pada hilirisasi industri, yang tentunya akan membawa lompatan kemajuan bagi ekonomi kita. Selama ini, hilirisasi industri telah memberikan multiplier effect yang luas, baik itu penerimaan negara melalui ekspor maupun penyerapan tenaga kerja yang bertambah,” ungkap Menperin.

    Kendati demikian, menurut Menperin, hilirisasi perlu ditopang dengan penggunaan teknologi baru, termasuk penerapan era Industri 4.0 untuk menggenjot produktivitasnya secara lebih efisien.

    “Saya senang dan bangga. Kita semua punya pandangan sama mengenai pentingnya inovasi. Pandangan hilirisasi harus didorong di Indonesia. Ini menjadi program utama,” tuturnya. Lebih lanjut, dengan tekad tersebut, sejumlah industri besar skala global ada yang berminat masuk dan membuka kegiatan produksi serta risetnya di Indonesia.

    Kemenperin mencatat, hilirisasi industri telah berjalan di berbagai sektor, antara lain pertambangan dan perkebunan. Contohnya di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel.

    Kawasan Industri Morowali tersebut telah mampu menyumbang ekspor sudah USD4 miliar, baik itu untuk produk hot rolled coil (HRC) maupun cold rolled coil (CRC) ke Amerika Serikat dan Tiongkok.

    Kontribusi Kawasan Industri Morowali, juga diperlihatkan dari capaian investasi yang terus menunjukkan peningkatan, dari 2017 sebesar USD3,4 miliar menjadi USD5 miliar sepanjang 2018. Jumlah penyerapan tenaga kerjanya pun terbilang sangat besar hingga 30 ribu orang.

    Lompatan kemajuan lainnya pada penerapan hilirisasi industri sawit. Dalam lima tahun terakhir kontribusi ekspor minyak sawit dan turunnya tumbuh cukup signifikan.

    Pada 2018, rasio volume ekspor bahan baku dan produk hilir sebesar 19 persen banding 81 persen. Dengan produksi pada 2018 sebesar 47 juta ton, ekspor minyak sawit dan produk turunannya telah menyumbang devisa negara hingga USD22 miliar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id