Tahapan RUU Pengesahan IA-CEPA Dilanjutkan

    Ilham wibowo - 06 Februari 2020 12:03 WIB
    Tahapan RUU Pengesahan IA-CEPA Dilanjutkan
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto: Antara/ Desca Lidya Natalia.

    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyambut baik respons positif Komisi VI DPR RI yang menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) pengesahan tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa didapat saat implementasi bisa segera terealisasi.

    "Kami harap dengan ketekunan dan semangat yang konstruktif maka pembahasan RUU dimaksud dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Februari 2020.


    Berdasarkan surat Ketua DPR RI kepada Presiden Republik Indonesia 13 Desember 2019, diputuskan bahwa pengesahan IA-CEPA akan dilakukan melalui Undang-Undang. Agus mengatakan, setelah melalui tahap pematangan substansi dengan Komisi VI DPR RI, baik melalui forum diskusi kelompok maupun konsinyering dan sesuai ketentuan yang berlaku, Presiden RI telah menyampaikan RUU tentang Pengesahan IA-CEPA kepada Ketua DPR-RI pada 24 Januari 2020.

    Menurutnya, sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 untuk mewujudkan kesejahteraan umum melalui upaya menyeimbangkan neraca perdagangan serta peningkatan ekspor, langkah yang dilakukan yakni memanfaatkan perdagangan internasional dengan negara mitra dagang seperti dengan Australia melalui IA-CEPA.

    "Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif merupakan salah satu cara untuk menjawab tantangan kondisi perekonomian global tersebut dan juga berfungsi sebagai instrumen bagi Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip best practices," ungkapnya.

    Agus meyakini bahwa IA-CEPA yang telah ditandatangani pada 4 Maret 2019 lalu dapat memberikan manfaat bagi Indonesia yakni meningkatkan daya saing sumber daya manusia, industri, dan sektor jasa Indonesia. Kemudian meningkatkan akses pasar barang dan jasa dari Indonesia ke Australia, mengingat produk-produk Indonesia dan Australia pada umumnya yang bersifat komplementer.

    Nilai investasi investasi juga dipastikan meningkat. Australia saat ini merupakan sumber investasi yang potensial bagi Indonesia terutama di sektor ekstraktif, pertanian, infrastuktur, keuangan, kesehatan, makanan-minuman, dan transportasi.

    "Rapat kerja pengesahan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia, tahapan selanjutnya adalah sebuah awal, suatu tonggak baru hubungan ekonomi Indonesia dan Australia," imbuhnya.

    Menurut Mendag Agus, lembaga negara seperti DPR-RI dan pemerintah adalah fasilitator bagi para pelaku usaha yang menjadi sumber penggerak perekonomian nasional untuk menjalankan persetujuan ini ketika perjanjian ini sudah disahkan dan diimplementasikan. Perjanjian ini pun memiliki peluang dan manfaat penting dalam jangka panjang.

    Bidang perdagangan barang misalnya, melalui IA-CEPA ini Australia akan menghapus pos tarif seluruh produk ekspor Indonesia yang masuk ke pasar Australia menjadi nol persen pada saat diimplementasikan. Beberapa produk Indonesia yang berpotensi ditingkatkan ekspornya ke Australia antara lain otomotif, ban, kayu, furnitur, kayu lapis, pipa, monitor LCD/LED, tekstil dan garmen, alas kaki, perikanan, mentega, kakao, karpet, serta plastik.

    Sementara dari segi nilai, potensi ekspor terbesar Indonesia ke Australia terletak pada sektor otomotif, baik mobil konvensional maupun mobil listrik, yang menjadi tren berkendaraan ke depan. Dalam hal ini, IA-CEPA juga didorong ekspor kendaraan listrik dan hybrid Indonesia dengan tarif nol persen dan menggunakan kemudahan surat ketentuan asal barang (SKA).

    Sedangkan dari sektor jasa, IA-CEPA akan memberikan dampak positif juga berupa peningkatan capaian sektor jasa. Prognosa peningkatan sektor jasa tertinggi akan terjadi pada sektor transportasi, khususnya transportasi udara dan konstruksi.

    Mendag juga mengungkapkan, Indonesia dan Australia akan berkolaborasi dalam pembuatan 'Economic Powerhouse'. Kolaborasi ini merupakan kolaborasi kekuatan ekonomi dengan memaksimalkan rantai pasok untuk mendorong produktivitas, daya saing, dan meningkatkan ekspor Indonesia ke pasar ketiga dan global.

    Indonesia dan Australia dapat berkontribusi lebih besar pada rantai perdagangan global untuk memasok kebutuhan dunia. Indonesia dapat menjadi pusat industri pengolahan untuk menghasilkan produk olahan yang bernilai tambah bila didukung adanya kemudahan akses bahan baku dan atau penolong yang murah dan berkualitas dari Australia.

    Komitmen Australia pada IA-CEPA dalam pembangunan sumber daya manusia ditegaskan dalam bentuk side letters dan penandatanganan nota kesepahaman MoU," pungkasnya.





    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id