Menteri Rini Tegaskan Utang BUMN Bukan Rp5.000 Triliun

    14 Desember 2018 12:03 WIB
    Menteri Rini Tegaskan Utang BUMN Bukan Rp5.000 Triliun
    Menteri BUMN Rini Soemarno (MI/PANCA SYURKANI)
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan bahwa utang BUMN hanya berkisar Rp2.000 triliun, bukan Rp5.000 triliun. Adapun jumlah Rp5.000 triliun itu menghitung aktivitas perbankan yang artinya bukan dikategorikan sebagai utang.

    "Begini ya, kemarin ada yang bicara mengenai jumlah (utang) Rp5.000 triliun, ini mungkin yang perlu saya ingin tekankan supaya sadar bahwa utang korporasi BUMN itu Rp1.980 triliun. Jadi hampir Rp2.000 triliun, bukan Rp5.000 triliun," tutur Menteri Rini, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.
    Menurutnya jumlah Rp5.000 triliun itu menghitung aktivitas perbankan dan merupakan sektor yang berbeda, bukan korporasi BUMN yang melakukan pembangunan jalan tol dan lain-lain. Pasalnya industri perbankan memang hidupnya simpan-pinjam.

    "Untuk Bank BUMM sendiri, aset dan liabilitas atau dana pihak ketiganya Rp3.000 triliun, jadi ini supaya dipisahkan," kata Rini.

    Selain itu, lanjutnya, BUMN korporasi yang berutang dilakukan demi kepentingan pembangunan atau dalam artian lain dipergunakan untuk sesuatu yang produktif dan nanti pengembaliannya harus jelas sehingga menekan munculnya permasalahan.

    "Saya menekankan terus, BUMN harus betul-betul tanggung jawab terhadap utang. Karena BUMN itu tanggung jawabnya bayar karyawan, harus memberikan dividen, bayar pajak, dan membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)," pungkas Rini.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id