Hingga April 2017, BRI Agroniaga Salurkan Kredit Rp8,3 Triliun

    Dian Ihsan Siregar - 30 Mei 2017 19:14 WIB
    Hingga April 2017, BRI Agroniaga Salurkan Kredit Rp8,3 Triliun
    Due Diligence Meeting and Public Expose penerbitan obligasi BRI Agro di Kantor BRI Pusat, Jakarta, Selasa 30 Mei 2017. MTVN/DIan Ihsan Siregar.
    medcom.id, Jakarta: Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO)‎ ‎telah menyalurkan kredit sebesar Rp8,3 triliun hingga April 2017, atau naik 31 persen dari posisi sebesar Rp6,3 triliun di empat bulan pertama 2016.

    Porsi penyaluran kredit sejak awal tahun hingga April 2017, ‎Direktur Utama BRI Agroniaga ‎I Komang Sudiarsa menyatakan, porsi terbesar masih untuk penyaluran agro sebesar 57 persen, sedangkan sisanya 43 persen untuk non‎agro.

    "Dari porsi 57 persen untuk agro, setidaknya 65 persen dari sawit dan sisanya 35 persen untuk teh, gula, dan pangan. Adapun 43 persen untuk nonagro banyak disalurkan untuk perdagangan jasa, konstruksi, perdagangan, jasa, dan hotel," tutur I Komang Sudiarsa, ‎saat ditemui di acara Due Diligence Meeting and Public Expose penerbitan obligasi perseroan di Kantor BRI Pusat, Jakarta, Selasa 30 Mei 2017.

    Selain itu, pada April lalu, menurut I Komang Sudiarsa, perseroan telah merangkul kerja sama dengan ‎Badan Pengelola dan Perkebunan untuk membiayai proses replanting. Untuk kerja sama tersebut perseroan bakal membiayai 750 petani plasma dengan total luas lahan 1.500 hektare (ha). ‎

    "Kami yakin prospek bisnis sawit masih cerah," jelas I Komang Sudiarsa.

    Dia mengatakan, tingkat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ‎perseroan berada di posisi 2,88 persen per April 2017. Angka NPL tersebut mengalami peningkatan bila dibanding posisi 2,2 persen per April 2016.

    "Kita akan turunkan menjadi 2,4 persen posisi NPL hingga akhir tahun ini. Itu angka NPL gross yah. Sekarang masih 2,88 persen. Posisi NPL untuk sawit sendiri dari porsi keseluruhan masih di bawah rata-rata industri," papar dia.

    Lanjut I Komang Sudiarsa, untuk porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) telah mencapai Rp9,5 triliun di April 2017.‎ Di mana porsi CASA mencapai 13 persen, sedangkan sisanya kebanyakan untuk deposito.

    "Porsi DPK kita naik bila dibanding April ‎2016 sebesar Rp7,1 triliun. Struktur funding deposito operasionalnya efisien, NIM dan ROA terjaga, NIM dari 4,3 persen menjadi 3,9 persen," pungkas I Komang Sudiarsa.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id