Ketegangan di Negara Berkonflik Jadi Perhatian Pengusaha RI

    Ilham wibowo - 19 November 2019 12:46 WIB
    Ketegangan di Negara Berkonflik Jadi Perhatian Pengusaha RI
    Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Langkah menggenjot ekspor dan menghadirkan investasi di Indonesia dinilai perlu juga memperhatikan ketegangan di negara yang masih berkonflik. Isu geopolitik punya peran signifikan yang bisa berdampak pada proyeksi perluasan pasar.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani dalam rapat kerja nasional bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019. Selain perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, isu internasional seperti ketegangan di Hong Kong hingga konflik Palestina-Israel perlu menjadi bahan kajian pemetaan.

    "Kita sekarang harus tahu persis dengan situasi seperti ini kita maunya masuk ke pasar yang mana, apa dampaknya," kata Shinta ditemui usai acara.

    Terbaru, dampak geopolitik yang perlu segera diantisipasi yakni dalam pembatalan penyelenggaraa KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Chile. Ketidakjelasan pertemuan APEC Leaders’ Week karena alasan ketidakstabilan keamanan itu menghambat Indonesia yang telah memiliki kerja sama ekonomi komprehensif dengan Chile.

    "Negara yang cukup banyak masalah kestabilan ekonomi seperti Chile kemarin, padahal kita punya CEPA juga di Chile. Nah ini kan kita harus antisipasi bukan berarti ini bakal terus-menerus," ungkapnya.

    Konflik tak berkesudahan di negara yang masuk dalam proyeksi peningkaan ekspor RI juga perlu diwaspadai. Jangan sampai investasi yang telah dikucurkan dengan dana besar malah timbul masalah di kemudian hari.

    "Kita enggak tahu dengan keadaan Hong Kong, tapi apapun ini secara global dunia ini besar jadi kita harus melihat mana negara-negara yang memang politiknya sedang mengalami masalah," tuturnya.

    Shinta memastikan Kadin siap bersinergi dengan Pemerintah terutama Kemenlu dan Kemendag mengantisipasi masalah di negara tujuan ekspor. Data yang diolah perlu dipastikan dianalisa secara bersamaan agar mengetahui peluang pasar yang tepat dimaksimalkan.

    "Kalau data yang kita dapat ini kita tidak ketahui dan pemerintah jalan satu arah dan kita jalan lain arah itu enggak ada gunanya," ujarnya.

    "Saya cukup percaya bahwa pemerintah saat ini bisa menjaga kestabilan politik terutama dengan pemerintahan Pak Jokowi sekarang saya cukup yakin stabil dari segi politik dan ini adalah kesempatan bagi kita," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id