Menko Darmin: Penurunan Suku Bunga BI Stimulus Buat Investasi

    Eko Nordiansyah - 23 Agustus 2019 15:36 WIB
    Menko Darmin: Penurunan Suku Bunga BI Stimulus Buat Investasi
    Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) menjadi stimulus bagi investasi. Apalagi penurunan suku bunga oleh bank sentral merupakan yang kedua kalinya dalam kurun dua bulan terakhir.

    "Itu stimulus itu. Jadi menurunkan policy rate itu stimulus untuk investasi," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Meski begitu, Darmin enggan buru-buru menyatakan penurunan suku bunga acuan bisa menarik modal asing masuk (capital inflows). Terlebih tren penurunan suku bunga tak hanya dilakukan oleh BI, tetapi juga dilakukan oleh bank sentral negara-negara lain.

    "Kalau kita turun sendiri, Anda boleh khawatir. Tapi kalau yang lain turun, kita turun, itu diperlukan untuk menstimulus investasi. Semoga produksi naik, ekspor naik, neraca perdagangan bagus," ungkapnya.

    Darmin menambahkan, penurunan suku bunga BI memang tidak langsung direspon. Namun penurunan ini diyakini bakal berdampak positif terutama pada penurunan suku bunga perbankan.

    "Respons dari ekonomi kita terhadap itu ya jarang yang instan. Itu pasti perlu beberapa bulan. Tapi jangan lupa, orang itu pasti cenderung mumpung lagi turun ya pinjamlah (kredit)," jelas dia.

    Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. Selain itu, otoritas juga menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesr 25 bps. Sehingga, suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility menjadi 6,25 persen.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran, tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal, serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id