Kenaikan UMP Harus Jaga Keseimbangan Ekonomi

    Ilham wibowo - 01 November 2019 19:20 WIB
    Kenaikan UMP Harus Jaga Keseimbangan Ekonomi
    Kepala BPS Suhariyanto. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) harus menjaga keseimbangan ekonomi. Permintaan buruh yang meminta kenaikan UMP sebesar 15 persen dinilai memberatkan pengusaha.

    "Kita harus mikirnya begini ya, kita mesti jaga ada keseimbangan. Perlu ada kesepahaman antara buruh dan pengusaha," kata Suhariyanto, di kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.

    Menurutnya jika kenaikan terlalu tinggi, maka pengusaha bisa kedodoran membayar upah buruh. Hal itu justru mengancam perusahaan gulung tikar. Begitu pula jika gaji yang diberikan terlalu rendah. Kesejahteraan buruh pun menjadi terancam.

    "Jadi kita cari imbangnya. Kalau keputusan Pak Menteri Ketenagakerjaan itu ada jaminan kenaikan tiap tahun," ujarnya.

    Terkait berapa besaran kenaikannya, pihaknya tak dapat memastikan. Kenaikan, tergantung seberapa besar pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

    "Sebesar pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sempurna enggak? Tentu enggak sempurna. Karena permintannya beda-beda di dua pihak," jelas Suhariyanto.

    Untuk itu dia mengusulkan pihak pengusaha dan buruh duduk bersama. Agar persoalan gaji buruh tak selalu muncul setiap tahunnya.

    "Saya harapkan kita duduk bareng memikirkan bareng-bareng. Kalau kenaikan terlalu tinggi, terus ada masalah dengan produksi, kita juga yang kena," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id