Harga Daging Ayam dan Rokok Sumbang Inflasi Oktober

    Desi Angriani - 25 Oktober 2019 20:32 WIB
    Harga Daging Ayam dan Rokok Sumbang Inflasi Oktober
    Kenaikan harga daging ayam ras jadi penyumbang inflasi. Foto: Antara/Ampelsa
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi bulanan pada Oktober sebesar 0,08 persen secara bulanan (mtm). Inflasi disumbang oleh kenaikan harga daging ayam ras, bawang merah, dan rokok kretek filter.

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan harga tetap terkendali lantaran secara tahunan inflasi Oktober 3,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

    "Survei pemantauan harga untuk Oktober ada sedikit kenaikan harga tapi kecil hanya 0,08 persen mtm, sehingga year-on-year nya 3,19 persen," ujar Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI, harga daging ayam ras tercatat inflasi sebesar 0,06 persen, bawang merah inflasi 0,02 persen, dan rokok kretek filter inflasi 0,02 persen.

    Sementara itu, cabai merah deflasi sebesar 0,06 persen, telur ayam ras deflasi 0,04 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan tarif angkutan udara deflasi 0,02 persen.

    "Alhamdulillah harga-harga terus terkendali," ungkap dia.

    Karena itu, Perry meyakini target inflasi Bank Indonesia akan berada di kisaran 2,5-4,5 persen. Bahkan, berada di rentang bagian bawah sasaran inflasi atau 2,5-3,5 persen.

    "Insya Allah di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen," pungkas dia.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id