Mentan Optimistis Ekspor Tanaman Pangan Meningkat

    Ilham wibowo - 02 Desember 2019 20:08 WIB
    Mentan Optimistis Ekspor Tanaman Pangan Meningkat
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : MI.
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan produksi tanaman pangan RI bakal dikelola lebih modern untuk bisa mendorong level produksi. Strategi ini ditargetkan bisa mendorong kinerja ekspor produk tersebut hingga tiga kali lipat.

    “Di dalam kepala kita harus tertanam kata-kata mandiri dan maju, kita tidak mungkin lagi memulai sesuatu menggunakan cara-cara lama, kita perlu kita meniru cara-cara negara lain yang sudah berhasil,” kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Senin, 2 Desember 2019.

    Pernyataan itu disampaikan Syahrul saat membuka rapat koordinasi Peningkatan Investasi dan Ekspor Tanaman Pangan bersama perwakilan Kamar Dagang Indonesia (KAdIN), Badan Urusan Logistik (Bulog), perwakilan perbankan dan perusahaan asuransi dan para pengusaha pelaku ekspor.

    Kementan mencatat bahwa ekspor sektor tanaman pangan tahun 2019 mencapai 200 ribu ton atau senilai Rp2 triliun. Kacang hijau pun jadi satu di antara komoditas yang jadi favorit ekspor yang jumlahnya mencapai 33 ribu ton disusul ekspor Porang 11 ribu ton.

    Potensi ekspor dari sektor tanaman pangan masih terbuka dan memiliki ceruk pasar yang besar. Dengan inovasi dan teknologi bioindustri setidaknya ada 34 jenis produk padi, 41 jenis produk jagung dan 28 jenis produk ubi kayu yang bisa dikembangkan dan menjanjikan di pasar internasional.

    Kementan juga tengah melakukan uji coba penanaman sorgum di Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong ketahanan pangan. Komoditas yang selama ini sorgum banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jawa bisa difungsikan untuk peremajaan lahan sawit.

    Peremajaan lahan sawit rakyat seluas 180 ribu hektare saja misalnya, akan diperoleh potensi hasil per tahun yakni biji sorgum 3,5 juta ton, nira sorgum 2,5 juta ton, bioethanol 1 juta ton, pakan ternak hijauan 27 juta ton, dan pupuk organik 10 juta ton.

    Menanggapai hal itu, Syahrul menegaskan bahwa dirinya dan seluruh jajaran di Kementan memiliki komitmen terhadap pembangunan pertanian. Posisi Kementan pun bakal jadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat di bidang pertanian.

    “Kami memposisikan sebagai public support, para pengusaha dan petani silahkan berbagi profit sehingga benefit, nilai kebermanfaatan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat luas,” kata Syahrul.

    Syahrul menekankan bahwa menggeluti pertanian sangat menjanjikan banyak hal terutama bagi perekonomian nasional di tengah pelemahan global. Langkah memperkuat investasi dan ekspor perlu terus dilakukan secara massif dengan memanfaatkan permodalan yang bergulir seperti  jumlah besar dana KUR.  

    “Dirjen Tanaman Pangan dan yang lainnya harus melakukan ekspor lebih besar, tiga kali lipat. Kalau tadi dilaporkan 11 ribu ton Porang diekspor ke Malaysia, Tiongkok, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dan Hong Kong, kita akan membuat angka itu menjadi tiga kali lipat, gerakan ini kita namakan Gratieks,” ujarnya. 




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id