Indeks Inklusi Keuangan Baru 36%, Jokowi Pasang Target Ambisius

    Githa Farahdina - 18 November 2016 13:36 WIB
    Indeks Inklusi Keuangan Baru 36%, Jokowi Pasang Target Ambisius
    Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
    medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan indeks inklusi keuangan Indonesia masih berada di tingkat 36 persen berdasarkan data 2014.

    Kondisi tersebut terjadi setelah 71 tahun Indonesia merdeka dan sudah menjadi negara besar secara ekonomi. Artinya, ujar Jokowi, masih belum banyak masyarakat yang belum menikmati layanan bank.

    "Lalu masih banyak yang belum punya  tabungan, dan masih banyak yang belum dapat akses pinjaman bank," ungkap Jokowi, saat peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

    Jokowi pun menargetkan daya serap inklusi keuangan secara ambisius pada 2019 yakni 75 persen. Dirinya mengakui, untuk mencapai target tersebut memang tidak mudah, oleh karena itu dia menginstruksikan para menteri agar semua dana bantuan sosial (bansos) masuk ke sistem keuangan dan perbankan.




    "Saya harap gubernur, bupati, wali kota, bansos yang triliunan bisa disalurkan melalui sistem perbankan. Karena ini jumlah yang besar. Kalau semua gubernur, bupati, wali kota melalukan ini, akan melonjakkan jumlah yang ditentukan," bebernya.

    Menurut Jokowi, semakin banyak rakyat yang dapat akses perbankan, maka akan membuat hidup masyarakat lebih teratur, karena pengaturan keuangan mereka akan lebih baik.

    "Bahkan, mereka bisa hemat, siap menghadapi kebutuhan masa depan, lebih cepat dapat pinjaman modal usaha tanpa ke rentenir. Saya tekankan ke semua kalangan yang terkait strategi ini agar melaksanakan betul semua, kalau strategi dibuat, pelaksanaannya tidak dipastikan sesuai strategi ya enggak ada artinya, tapi kalau kerja sama saya akan saya cek semua," tegasnya.

    Baca: Darmin: Inklusi Keuangan Dimulai dari Sertifikasi Tanah

    Oleh karena itu, target 75 persen inklusi keuangan tersebut akan selalu dicek oleh Jokowi setiap bulannya mengalami berapa persen kenaikan.

    "Apalagi di depan target kita capai indeks keuangan inklusif di 75 persen dalam waktu empat sampai lima tahun bukan angka kecil. Tapi ini harus kalau masyarakat kita ingin meningkatkan kesejahteraannya," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id