Waspada Dua Babak Dampak Ekonomi Virus Korona

    Theofilus Ifan Sucipto - 29 Februari 2020 14:43 WIB
    Waspada Dua Babak Dampak Ekonomi Virus Korona
    Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Wabah virus korona (novel coronavirus) Covid-19 diprediksi mempersulit pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pemerintah diminta waspada dampak dua babak virus korona ke sektor ekonomi.

    "Outbreak (kejadian di luar dugaan) ini konsekuensinya ke ekonomi yang kita harap tumbuh signifikan sangat berat," kata Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 29 Februari 2020.

    Agus mengimbau pemerintah mewaspadai efek korona pada perekonomian Indonesia dalam dua babak. Berdasarkan penelitian LIPI, efek babak pertama akan menyasar sektor pariwisata, makanan, dan minuman. Agus menyebut hal itu terjadi lantaran turis dari Tiongkok tidak bisa ke Indonesia.

    "Perkiraan kami sektor wisata kehilangan US$2 miliar atau Rp28 triliun," ujarnya.

    Baca: Virus Korona Dikhawatirkan Berimbas pada Pariwisata

    Efek babak pertama berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, kata dia, angkanya bisa merosot dari 5,2 persen ke 4,7 persen.

    Selain itu, efek babak kedua bisa merambah sektor finansial dan menyebabkan produksi terganggu. Artinya pendapatan negara dari konsumsi masyarakat kian menurun.

    "Ini yang harus diantisipasi jangan sampai efek babak kedua terjadi," tutur Agus.

    Waspada Dua Babak Dampak Ekonomi Virus Korona
    Ilustrasi pelabuhan terminal peti kemas di Tiongkok. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status risiko global penyebaran virus korona COVID-19 ke level teratas, yakni "Sangat Tinggi." Namun, WHO tetap optimistis peluang mengendalikan penyebaran virus ini masih terbuka jika rantai transmisinya diputus.
     
    Lebih dari 50 negara kini telah melaporkan kemunculan COVID-19, sejak virus tersebut pertama kali muncul di Tiongkok pada Desember 2019.
     
    Berdasarkan data di situs pemantau John Hopkins CSSE, angka kematian akibat korona di level global kini telah melampaui 2.900, dengan total kasus melebihi 85 ribu. Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 39.416 orang.
     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id