Pemerintah Klaim Percepat Swasembada Daging

    Antara - 21 Februari 2020 14:04 WIB
    Pemerintah Klaim Percepat Swasembada Daging
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA
    Medan: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan pemerintah berupaya mempercepat swasembada daging sehingga otomatis menekan angka impor komoditas itu. Jika aktivitas impor bisa ditekan maka harapannya bisa menyehatkan neraca perdagangan dan imbasnya terhadap perekonomian Indonesia.

    "Saya tidak bisa sebutkan tahun pastinya swasembada daging. Yang pasti memang harus bisa dipercepat," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, di Serdangbedagai, Sumut, Jumat, 21 Februari 2020.

    Dia mengatakan itu usai acara peluncuran sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan) dan panen pedet (anak sapi) di Serdangbedagai. Hingga saat ini, katanya, Indonesia memang masih impor daging sapi. Kebutuhan daging sapi nasional sekitar 700 ribu ton per tahun, sementara produksi 400 ribu ton sehingga ada kekurangan 300 ribu ton.

    Impor sebanyak itu atau setara 1,3 -1,7 juta ekor sapi tersebut yang harus dipenuhi peternak. "Saya berharap Sumut dengan antara lain Serdangbedagai bisa memberi kontribusi besar untuk pencapaian swasembada daging nasional itu," ucapnya.

    Dia menegaskan, pemerintah terus menggulirkan berbagai program untuk mengejar swasembada daging, apalagi potensi Indonesia mengembangkan ternak sangat besar. "Penggunaan dana KUR (kredit usaha rakyat) yang lebih besar untuk disalurkan ke peternak bisa menjadi salah satu solusi untuk mencapai swasembada daging," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu

    Dia mengapresiasi keberhasilan Bupati Serdangbedagai Soekirman dalam mengembangkan sapi dengan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting maupun Sikomandan. "Keberhasilan itu menunjukkan kemauan yang kuat dan itu yang harus dibangun semua," tuturnya.

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Sekda Sumut, Sabrina mengakui Sumut belum surplus daging. Karena itu, katanya, Sumut terus meningkatkan Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting yang dimulai tahun 2017 dan dilanjutkan dengan Sikomandan. Program Sikomandan di Sumut, ujar Sabrina sudah.menghasilkan anak sapi dan kerbau sebanyak 117.594 ekor.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id