Kemenperin Pacu Industri Aneka Berdaya Saing di Global

    Ilham wibowo - 19 November 2019 08:46 WIB
    Kemenperin Pacu Industri Aneka Berdaya Saing di Global
    Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Kementerian Perindustrian
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri aneka agar lebih berdaya saing di kancah global. Sektor tersebut memiliki potensi dalam memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

    "Industri aneka merupakan sektor hilir yang senantiasa dipacu pengembangannya karena masih memiliki peluang pasar yang sangat prospektif baik di dalam maupun luar negeri," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 19 November 2019.

    Beberapa subsektor yang termasuk dalam industri aneka antara lain produsen perhiasan, mainan dan alat permainan, alat musik, alat tulis, alat olahraga, dan kacamata. Berbagai produk aneka lainnya seperti payung, korek api gas, rambut palsu dan bulu mata palsu juga kinerjanya terus bertumbuh.

    "Produk aneka banyak digunakan sebagai barang kebutuhan bagi masyarakat luas seperti untuk keperluan pendidikan, kesehatan hingga barang keperluan rumah tangga. Oleh karena itu, industri aneka diharapkan bisa menjadi salah satu sektor andalan dalam menopang perekonomian Indonesia," paparnya.

    Berdasarkan catatan Kemenperin, terdapat 639 perusahaan di dalam negeri yang termasuk sektor industri aneka skala menengah dan besar, dengan total penyerapan tenaga kerja 160 ribu orang. Adapun nilai ekspor industri aneka tercatat sebesar USD4,23 miliar sepanjang 2018, dengan menunjukkan neraca positif dibandingkan nilai impornya sekitar USD2,41 miliar.

    "Sedangkan, nilai ekspor industri aneka pada periode Januari-September 2019 mencapai USD3,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang menyentuh angka USD3,04 miliar," ungkap Gati.

    Kemenperin mencatat nilai investasi di sektor industri aneka dari 2014 hingga triwulan II-2019 telah menembus Rp1,48 triliun. "Capaian ini menunjukkan bahwa industri aneka merupakan sektor yang potensial dan prospektif untuk terus ditumbuh kembangkan," imbuhya.

    Kemenperin mengimplementasikan strategi dengan terus memfasilitasi berbagai langkah strategis seperti melalui pembebasan bea masuk melalui program Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Selain itu bimbingan teknis serta pendampingan desain dan teknis produksi juga diberikan kepada pelaku usaha.

    "Kemudian, kami juga memfasilitasi program restrukturisasi mesin dan peralatan, serta promosi melalui pameran di dalam maupun luar negeri, yang salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Gebyar Produk Industri Aneka," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id