Ekonomi Melambat, OJK Minta Hati-Hati Jaga Keuangan Perusahaan

    Eko Nordiansyah - 15 November 2019 08:38 WIB
    Ekonomi Melambat, OJK Minta Hati-Hati Jaga Keuangan Perusahaan
    Ketua DK-OJK Wimboh Santoso di acara Annual Report Award (ARA) 2018. FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan untuk menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG). Apalagi dalam kondisi pertumbuhan ekonomo global yang mengalami perlambatan, perusahaan harus hati-hati dalam mengelola keuangan secara lebih detail dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

    "Peraturan terus di-review supaya comply dengan GCG. Dengan membangun GCG yang bagus pasti kepercayaan akan meningkat. Untuk itu yang terpenting adalah transparansi dalam annual report ini," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Dirinya menambahkan penerapan GCG yang baik akan membantu terciptanya kualitas keterbukaan informasi dalam menyajikan laporan keuangan. Meski ada tantangan dari ekonomi global, namun OJK berharap perusahaan bisa menjaga kinerjanya secara baik sehingga prinsip GCG tetap bisa dijalankan.

    "Semua perusahaan perlu meningkatkan GCG dalam berbagai aspek bisnis. Wajib menjaga dan jangan sampai terjadi masalah. OJK juga terbuka lebar dengan semua kririk dan saran yang masuk," ungkapnya.

    Untuk mengapresiasi laporang keuangan perusahaan, OJK bersama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia menggelar Annual Report Award (ARA) 2018.

    Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi dan governance melalui annual report atau buku laporan tahunan perusahaan ini mengambil tema 'Keakuratan Informasi untuk Kinerja Perusahaan Secara Berkelanjutan dengan Memenangkan Dukungan Stakeholders'.

    Berikut pemenang ARA 2018:

    Kategori Dana Pensiun
    Dana Pensiun Perkebunan.
    Dana Pensiun Bank Mandiri.
    Dana Pensiun Bank Indonesia.

    Kategori BUMD non Listed
    PT BPD Sumsel Babel.
    PT BPD Papua.
    PT MRT Jakarta.

    Kategori BUMD Listed
    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
    PT Bank DKI Tbk.
    PT BPD Sumut Tbk.

    Kategori Private Non Keuangan Non Listed
    PT Pembangkitan Jawa Bali.
    PT Indonesia Power.
    PT IPC Pelindo Peti Kemas.

    Kategori Private Non Keuangan Listed
    PT Aneka Tambang Tbk.
    PT ABM Investama Tbk.
    PT Bukit Asam Tbk.

    Kategori Private Keuangan Non Listed
    PT Bank Syariah Mandiri.
    PT Bank Sahabat Sampoerna.
    PT Bank BNI Syariah.

    Kategori Private Keuangan Listed
    PT Bank CIMB Niaga Tbk.
    PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
    PT Bank Permata Tbk.

    Kategori BUMN Non Keuangan Non Listed
    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).
    PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero).
    PT Sucofindo (Persero).

    Kategori BUMN Non Keuangan Listed
    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
    PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
    PT Pupuk Indonesia (Persero) Tbk.

    Kategori BUMN Keuangan Non Listed
    PT Taspen (Persero).
    PT Jasa Raharja (Persero).
    PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

    Kategori BUMN Keuangan Listed
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id