Menteri Airlangga Merajut Asa

    Ilham wibowo - 14 Oktober 2019 11:56 WIB
    Menteri Airlangga Merajut Asa
    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan buku tentang industri di Indonesia. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto merekam perjalanan pengembangan industri di Tanah Air lewat sebuah buku berjudul Merajut Asa, Membangun Industri Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkelanjutan. Buku tersebut merupakan sari pemikiran Airlangga khususnya terkait sektor industri.

    Buku berisi 183 halaman itu merupakan hasil penulisan ulang dari materi-materi ceramah dan presentasi Airlangga dalam berbagai forum. Catatan penting pada saat konferensi, diskusi dan debat selama menjadi Ketua Komisi VII dan Ketua Komisi VI DPR RI, dari 2007 hingga 2004 juga dituangkan.

    "Buku itu saya tulis sebelum 2016, kalau bukunya agak galak-galak sedikit karena saya ada di luar (Pemerintah). Kita pahami bahwa buku itu ditulis sebagai sumbang saran dan langkah mewujudkan Indonesia sejahtera dan berkelanjutan," kata Airlangga di ruang Garuda, Kemenperin, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Tidak hanya selaku ketua komisi, Airlangga juga berperan aktif sebagai Ketua Pansus pembahasan sejumlah UU di DPR RI selama periode tersebut. Beberapa di antaranya yakni UU Perindustrian, UU perdagangan, UU Perkoperasian, UU Lembaga Keuangan Mikro, UU Ketenagalistrikan, Ratifikasi UU Stockholm on Persistent Organic Pollutants, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Amandemen UU Bursa Berjangka, dan Amandemen UU Resi Gudang.

    Airlangga juga terlibat aktif sebagai Anggota Pansus beberapa penyusunan UU di antaranya UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dan panitia angket BBM serta anggota panitia kerja UU Minerba, UU Energi, dan UU Pajak Penghasilan.

    "Sebagai sebuah refleksi kebijakan, saya menyusun buku ini mencoba memaparkan best practice kebijakan industri di beberapa negara. Namun disusun sedemikian rupa proses know how-nya dapat disajikan dengan secara sederhana dan menggunakan bahasa populer," tuturnya.

    Buku tersebut bisa dibilang semacam kenang-kenangan merangkum kerisauan, kegundahan, kekecewaan sekaligus semangat optimisme Airlangga terhadap proses industrialisasi di Indonesia. Airlangga juga menampilkan kritik konstruktif bagi pembangunan di sektor industri dalam rangka mewujudkan negara yang sejahtera dan berkeadilan.

    "Oleh karena itu ketika saya diberi amanat sebagai Menteri Perindustrian, saya mencoba memahami arahan-arahan Pak Presiden yang kemudian dituangkan dalam kebijakan-kebijakan yang didorong oleh Kementerian Perindustrian. Alhamdulillah secara perlahan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk mengembangkan industri nasional dapat dilaksanakan," ungkapnya.

    Airlangga berharap gagasan yang ditawarkan melalui buku tersebut bisa memberikan manfaat dan sebagai referensi di tengah diskusi dan perdebatan mengenai strategi sperti apa yang mesti ditempuh agar industrialisasi di Indonesia bisa lebih cepat, makin efektif dan lebih inklusif.

    "Kita pahami bersama bahwa sektor industri dituntut untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor industri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa, dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Airlangga.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id