Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Pekerja Upah Rp8-12 Juta - Medcom

    Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Pekerja Upah Rp8-12 Juta

    Eko Nordiansyah - 23 Oktober 2019 14:37 WIB
    Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Pekerja Upah Rp8-12 Juta
    Media Workshop BPJS Kesehatan di Yogyakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Foto: Eko Nordiansyah
    Yogyakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan kenaikan iuran tidak akan membebani masyarakat. Bagi buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp8 juta sampai dengan Rp12 juta saja.

    "Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut tidak terkena dampak," kata Sekretaris Utama BPJS Kesehatan, Kisworowati, dalam Media Workshop BPJS Kesehatan, di Yogyakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Dirinya menambahkan meski ada kenaikan hampir dua kali lipat namun jika dirata-rata jumlah ini sangat kecil. Misalnya saja bagi pekerja, iuran BPJS Kesehatan yang dibayarkan sudah mencakup bagi anggota keluarga mencapai lima orang.

    "Untuk pemberi kerja, berdampak menambah iuran sebesar rata-rata Rp27.078 per bulan per buruh angka ini sudah termasuk untuk lima orang, yaitu pekerja, satu orang pasangan suami/istri dan tiga orang anak. Artinya beban buruh adalah Rp5.400 per jiwa per bulan," ungkapnya.

    Sementara itu, masyarakat miskin dan tidak mampu iurannya tetap ditanggung pemerintah melalui APBN dan penduduk yang didaftarkan oleh pemda dijamin iurannya oleh APBD. Apalagi 73,63 persen dari total besaran penyesuaian iuran akan ditanggung oleh pemerintah.

    "Perlu diketahui, dari 221 juta peserta JKN-KIS, hampir separuhnya dibiayai oleh pemerintah. Tercatat ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD," jelas dia.

    Menurutnya, kontribusi pemerintah sangat membantu peserta mandiri sehingga penyesuaian iuran peserta mandiri tidak sebesar seharusnya. Sebab pemerintah juga membayar kenaikan iuran bagi peserta PBI APBN, penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah, pegawai pemerintah pusat/daerah (ASN), TNI, dan Polri.

    BPJS Kesehatan memastikan besaran iuran yang akan disesuaikan tidak besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan. Bahkan untuk iuran peserta mandiri kelas III, iuran yang harus dibayar tidak sampai Rp1.500 per hari.

    "Hampir sama seperti bayar parkir motor per jam di mall. Sama juga seperti ke kamar kecil di tempat-tempat umum. Bahkan, untuk peserta mandiri kelas 1, iurannya kurang dari Rp5.500 per hari. Bandingkan dengan buat beli rokok per hari yang bisa menghabiskan lebih dari Rp5.500. Beli kopi di kafe sudah pasti lebih dari Rp5.500," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id