Kemenhub Bakal Sambung Jalur Kereta Api Bogor-Bandung

    Husen Miftahudin - 27 Agustus 2019 10:47 WIB
    Kemenhub Bakal Sambung Jalur Kereta Api Bogor-Bandung
    Ilustrasi (FOTO: Medcom.id)
    Cianjur: Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat berencana menyambung jalur kereta api dari Stasiun Bogor hingga Stasiun Bandung. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kemenhub bakal mereaktivitas jalur Ciranjang-Cipatat.

    Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat Achyar Pasaribu mengatakan jalur kereta api Ciranjang-Cipatat merupakan jalur peninggalan kolonial yang sudah lama tak dioperasikan. Saat ini, operasional kereta api jalur selatan dari Stasiun Bogor baru mencapai Stasiun Ciranjang.

    Kemenhub baru saja berhasil mereaktivitas jalur Cianjur-Ciranjang. Artinya jalur lintas selatan saat ini menjadi Bogor-Sukabumi-Ciranjang. Rute jalur ini dilayani oleh Kereta Api (KA) Siliwangi yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

    "Jalur Cianjur-Ciranjang sudah kita jalankan dan di 2018 kita bangun sepanjang 15 km. Jalur ini mulai dioperasikan pada 30 Juli kemarin," ujar Achyar, saat meninjau jalur Cianjur-Ciranjang, Senin, 26 Agustus 2019.

    Saat ini Kemenhub sedang mereaktivitas jalur Ciranjang-Cipatat sepanjang 15 km. Achyar memasang target akhir tahun ini penggantian rel kelar sehingga bisa mulai dioperasikan pada awal tahun depan atau pada pertengahan 2020.

    "Di 2019 sampai Cipatat akhir tahun selesai disambung dengan pengujian-pengujian, sertifikasi-sertifikasi, ya awal tahun 2020 atau pertengahan 2020 kita bisa operasikan itu. Insyaallah jalurnya sudah nyambung sampai Cipatat," tuturnya.

    Usai jalur Ciranjang-Cipatat berhasil direaktivitas, lanjut Achyar, pihaknya bakal membangun jalur pintas menuju Stasiun Cilame. Stasiun Cilame merupakan jalur yang biasa dilintasi oleh KA Argo Parahyangan dengan rute Gambir-Bandung.

    "Dalam rangka tembus (Stasiun) Bandung, nanti dari Cipatat akan kita buat shortcut (jalur pintas) sampai dengan Cilame. Dari Cilame kan menuju Padalarang dan Bandung," ungkap dia.

    Jalur pintas tersebut dilakukan dengan membangun jembatan sepanjang 10 km. Menurut Achyar, pembangunan jembatan dari Cipatat hingga Cilame memakan waktu yang cukup lama. Ia memperkirakan pembangunan jalur tersebut butuh waktu empat hingga lima tahun.

    "Kita baru studi 2019 ini, studi kelayakannya. Kemudian tahun 2020 kita akan desain, 2021 pembebasan lahan plus Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), dan 2022 kita mulai konstruksi. Kemudian di 2023 atau 2024 bisa mulai operasi," pungkas Achyar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id