OJK: Indonesia Terbuka dengan Perbankan ASEAN

    Ade Hapsari Lestarini - 22 Juli 2019 11:31 WIB
    OJK: Indonesia Terbuka dengan Perbankan ASEAN
    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bersama Gubernur Bank of Thailand (BoT) Veerathai Santiprabhob. (FOTO: dok OJK)
    Bangkok: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi kehadiran pebisnis dan perbankan Thailand di Indonesia. Indonesia pun sangat terbuka terhadap kehadiran kalangan perbankan ASEAN untuk berbisnis di Indonesia.

    "OJK juga mendorong perbankan Indonesia untuk mengaktifkan peran dan kehadiran di Thailand melalui akuisisi ataupun langkah strategis lainnya. Tentunya komitmen ini diselaraskan dengan semangat konsolidasi perbankan dan juga memperhatikan skema ASEAN Banking Integration Framework," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Juli 2019.

    OJK mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat, 19 Juli 2019 dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara. Delegasi OJK dipimpin oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, didampingi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana dan Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Riswinandi, beserta jajaran.

    Sementara delegasi BoT dipimpin oleh Gubernur BoT Veerathai Santiprabhob dan Deputi Gubernur Ronadol Numnonda, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut BoT menyampaikan komitmen untuk meningkatkan peran dan kontribusi perbankan Thailand yang telah memiliki operasional di Indonesia dalam mendukung pembiayaan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Pembahasan dalam pertemuan juga mencakup perkembangan teknologi informasi di sektor jasa keuangan, terutama terkait dengan mekanisme dan ekosistem yang termasuk pola pengaturan dan pengawasan di kedua negara.

    OJK menyampaikan pengalamannya dalam mengatur dan mengawasi perusahaan fintech peer-to-peer lending yang mengedepankan pendekatan market conduct di Indonesia, sedangkan Thailand cenderung menerapkan prinsip prudential supervision.

    Dalam hal ini BoT sangat mengapresiasi sesi sharing experience tersebut dan bermaksud untuk terus bekerja sama dengan OJK dalam kaitannya dengan pengaturan dan pengawasan fintech. Hal ini seiring dengan keberadaan perusahaan Indonesia yang sudah membuka peer-to-peer lending platform di Thailand.

    Topik terakhir yang dibahas mencakup isu sustainable finance. OJK menyampaikan perkembangan dan tantangan serta peluang dalam pengembangan sustainable finance di Indonesia.

    Berbagai regulasi yang telah diterbitkan juga disampaikan, termasuk perkembangan blended finance dan proyek-proyek berbasis lingkungan. BoT menyampaikan bahwa saat ini sedang disusun Sustainable Banking Guidelines yang mencakup aspek-aspek berbasis ESG (Environment, Social, and Governance).

    Pertemuan bilateral ditutup dengan pernyataan perlunya meningkatkan kerja sama antara OJK dan BoT serta negara ASEAN lainnya, mengingat ASEAN adalah mesin pertumbuhan ekonomi yang stabil bagi dunia.

    BoT dan OJK sepakat untuk melakukan pembahasan di level teknis untuk meningkatkan peran dan kehadiran pebisnis maupun kalangan perbankan Indonesia di Thailand maupun sebaliknya.

    Wimboh menyatakan pentingnya dilakukan business gathering yang menghadirkan pebisnis di kedua negara untuk berbagi informasi mengenai kesempatan berbisnis di masing-masing negara.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id