Negara Kawal Insan Berbakat dengan Manajemen Talenta

    Ilham wibowo - 23 Agustus 2019 06:02 WIB
    Negara Kawal Insan Berbakat dengan Manajemen Talenta
    Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro bersama dengan Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
    Jakarta: Pemerintah mantap memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dengan strategi manajemen talenta. Warga negara berbakat bakal mendapat pengawalan hingga bisa meraih cita-citanya dan turut memajukan bangsa.

    Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko mengakan pihaknya bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mengkaji teknis manejemen ini dalam sebuah organisasi pemerintahan. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk keterlibatan aparatur sipil negara.

    "Sedang kami kaji, ada alternatif-alternatif bisa dibentuk satu badan talenta nasional, bisa juga bersifat ad-hoc atau nanti ditempelkan di salah satu organisasi, mana yang lebih tepat," kata Moeldoko di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Mantan Panglima TNI ini memastikan manajemen talenta akan menyerap potensi manusia Indonesia berbakat di berbagai bidang keilmuan dan keahlian. Kehadiran instansi baru ini pun ditargetkan terbentuk paling lambat 2020.

    "Melalui talenta-talenta dari berbagai bidang itu nanti bisa me-leverage menjadi faktor pengungkit salah satu upaya pertumbuhan ekonomi, karena daripada nanti anak-anak hebat kita yang punya intelectual property dibajak terus mendingan kita besarkan di Indonesia, nanti akan tumbuh start up baru yang jumlahnya makin besar," bebernya.

    Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan manejemen talenta juga akan menyentuh bidang yang banyak digemari seperti atlet olahraga berprestasi. Talenta berbakat lain di bidang musik, riset dan akademik juga bakal ikut diperhatikan negara sedari usia dini.

    "Yang penting bukan bentuk institusinya tapi bagaimana talent-talent itu bisa diperhatikan satu persatu dan dikawal benar perkembangannya dari dia mengikuti pendidikan di institusi yang terbaik kemudian bagaimana karir development-nya sebagai atlet atau sebagai pemusik dan segala macam," ungkap Bambang.

    Kehadiran institusi manejemen talenta ini diharapkan bisa berperan maksimal dan berkelanjutan sesuai dengan target yang menjadi cita-cita bangsa. Pembinaan usia dini menjadi penting agar Indonesia yang akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 warganya bisa berperan besar.

    "Jangan sampai organisasinya sudah ada, organisasinya besar tapi kemudian tetap tidak efektif mengawal. Yang penting adalah mencari dan mengawal talent itu sampai dia memberikan hasil yang optimal bagi bangsa dan negara," tururnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id