Inisiatif Pemda NTT Tarik Investasi Perlu Ditiru

    Ilham wibowo - 24 September 2019 20:49 WIB
    Inisiatif Pemda NTT Tarik Investasi Perlu Ditiru
    Ilustrasi. Foto : MI.



    Jakarta: Inisiatif Pemerintah Daerah (Pemda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghadirkan investasi perlu ditiru Pemda lain. Kehadiran investasi ini penting terutama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakatnya.

    Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Fridy Juwono mengatakan langkah menghadirkan investasi di sekor produksi garam berkualitas merupakan angin segar mengurangi ketergantungan impor. Inisiatif yang juga didukung Gubernur NTT Viktor Laiskodat berhasil menghadirkan kemitraan secara mandiri dengan berkolaborasi bersama perusahaan di bidang garam.






    "Gubernur NTT mendorong investasi, lahan 3.700 hektare dilakukan kemitraan kepada investor dan itu jalan," kata Fridy ditemui usai forum diskusi terkait garam di Ayana Midplaza Hotel, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 24 September 2019.

    Nilai investasi per hektar tercatat mencapai Rp250 juta untuk bisa memproduksi garam berstandar industri. Diperkirakan, total investasi dari keseluruhan lahan yang tergarap bisa mencapai belasan triliun rupiah.  Kebutuhan garam memegang peran penting yang tak bisa tergantikan dengan alternatif lain. Selain sebagai bumbu dapur, fungsinya juga beragam macam mulai dari kosmetik hingga pengeboran minyak.

    "Tapi saya tidak tahu apakah 3.700 hektare ini seluruhnya atau bertahap. Pak Jokowi sudah ke sana dan ini upaya Pemda Gubernur NTT untuk mensejahterakan masyarakat dan itu peluang, ada pemain garam industri dan pengguna langsung," paparnya.

    Fridy mengakui kualitas garam NTT cukup baik terlebih dengan pengawasan langsung dari penggunanya yang turut berinvestasi. Lahan besar yang digunakan juga mendukung upaya efisiensi terutama ongkos produksi.  

    "Di NTT itu akan ambil garam sekali pakai 200 hektar dan itu efisien sekali, sudah dibuktikan garam di sana bagus," tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menjadi daerah penghasil garam nasional. Lahan tambak garam di NTT sudah mencapai 21 ribu hektare.

    "Di Kupang ada kurang lebih 7 ribu hektare yang dimulai, ini 600 hektare dulu. Tapi juga baru diselesaikan 10 hektare. Coba, 10 hektare dari 21 ribu hektare. Masih jauh sekali. Di lingkungan ini baru 600 hektare. Jadi ini memang baru dimulai," kata Jokowi usai meninjau panen garam di Desa Nunkurus, Kupang, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Saat ini, baru ada empat investor garam di NTT, yakni PT Garam menggarap 385 hektare lahan tambak, PT Garam Indonesia Nasional menggarap 500 hektare, PT Timor Lestari Livestock menggarap 600 hektare, dan PT Inti Daya Kencana Malaka menggarap 3 ribu hektare.

    "Ini adalah investasi yang pertama akan dikerjakan, tahun depan akan selesai 600 hektare. Petani tambak diikutkan juga," ujarnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id