BP Jamsostek Sosialisasi Peningkatan Manfaat Jaminan Sosial

    Husen Miftahudin - 14 Januari 2020 12:52 WIB
    BP Jamsostek Sosialisasi Peningkatan Manfaat Jaminan Sosial
    Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek melakukan sosialisasi peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada asosiasi dan pimpinan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

    Peningkatan manfaat jaminan sosial tanpa kenaikan iuran ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2019 lalu.

    Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif mengatakan acara sosialisasi peningkatan manfaat jaminan sosial ini bertema SIAPP82. Sosialisasi ini sekaligus wujud kehadiran Negara dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dalam perlindungan dan jaminan kepada seluruh pekerja.

    "Acara sosialisasi ini merupakan sosialisasi kenaikan manfaat kepada kurang lebih 1.000 orang audiens, juga hadir dari seluruh stakeholder BP Jamsostek untuk memberikan informasi tentang peraturan pemerintah yang baru. Tentunya tentang peningkatan manfaat PP 82 Tahun 2019, khususnya tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian," ujar Krishna di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut Krishna, kenaikan manfaat JKK dan JKM ini penting seiring banyaknya musibah dan bencana alam yang terjadi di tahun lalu. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2019, sebutnya, terdapat 3.712 musibah atau bencana alam.

    "Kita dengar hampir setiap saat ada puting beliung, longsor, banjir, dan sebagainya di mana rata-rata hanya lima persen yang merupakan peserta BP Jamsostek. Selain itu sejak ditanda tanganinya PP 82 ini sudah terjadi 98 kasus kecelakaan kerja dan kasus kematian yang menunggu adanya manfaat yang lebih baik," beber Krishna.

    Adapun program JKK yang diselenggarakan BP Jamsostek meliputi perlindungan risiko kecelakaan kerja bagi pekerja. Dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja, serta pada saat melaksanakan perjalanan dinas.

    Sementara, manfaat JKK di antaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

    Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menyebutkan manfaat JKK menjadi semakin baik lagi karena adanya perubahan peningkatan manfaat, antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya enam bulan dan seterusnya sebesar 50 persen hingga sembuh.

    Beleid tersebut, klaim Agus, juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat dinaikkan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara dinaikan menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

    Pemerintah juga menambahkan manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias home care hingga maksimal Rp20 juta per tahun untuk setiap kasus. Dana pertanggungan tersebut diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

    "Peraturan Pemerintah tersebut juga mengatur pemeriksaan diagnostik, yang dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas," beber Agus.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id