• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mempelajari Potensi Kerja Sama Ekonomi Afsel-Indonesia

Ade Hapsari Lestarini - 06 Desember 2018 13:20 wib
Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly. (FOTO: dok LPEI)
Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly. (FOTO: dok LPEI)

Jakarta: Kedutaan Besar RI (KBRI) memberi peluang jurnalis Afrika Selatan (Afsel) untuk melihat dan mendengar secara langsung kesiapan kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Afrika Selatan. Adapun tujuan digelar agenda ini agar para jurnalis dapat memberitakan dan menyampaikan informasi yang utuh tentang kesiapan kerja sama, sehingga volume perdagangan, investasi dan pariwisata antar kedua negara dapat ditingkatkan.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank dan Kementerian Luar Negeri pun menjadi tuan rumah dalam kegiatan Indonesia Exchange Program yang difasilitasi oleh LPEI dalam rangka meningkatkan penetrasi ekspor Indonesia ke pasar prospektif.

Indonesia Exchange Program merupakan salah satu bentuk program kerja sama yang diinisiasi oleh Indonesia Eximbank dengan tujuan untuk memberi manfaat antarlembaga maupun negara, melalui pertukaran data, informasi maupun sharing knowledge melalui program capacity building.

"Kami menyambut baik kunjungan KBRI Afrika Selatan bersama dengan wartawan yang hadir. Kami berharap, kunjungan ini nantinya dapat semakin mempererat kerja sama kedua negara untuk komoditas yang lebih beragam lagi," ujar Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly, di Kantor Pusat LPEI, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Desember 2018.

Dalam kunjungan ini, LPEI juga memfasilitasi pertemuan para jurnalis Afrika Selatan dengan Kementerian-Kementerian seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pariwisata, serta perwakilan BUMN yakni PT Wijaya Karya.

"Selain Kementerian, hadir pula Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan seperti PT SMI, PT SMF, dan PT PII. Mereka masing-masing mengenalkan tugas pokok instansi, perkembangan ekonomi, serta pencapaian-pencapaian yang selama ini telah diraih," jelasnya.

Adapun materi yang dibahas antara lain hubungan kerja sama serta transaksi potensial dalam perdagangan dan investasi yang berkelanjutan antara Indonesia dan Afrika.

Kemudian National Interest Account, kerja sama dan diplomasi Indonesia dengan Afrika, perkembangan dan strategi ekonomi, hasil pengukuran dampak ekonomi, dukungan untuk LPEI, peningkatan kualitas infrastruktur, perkembangan serta nilai dari Kementerian/Lembaga, performa pariwisata dan hubungannya dengan kegiatan ini, serta kerja sama pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan negara-negara di Afrika dengan pembiayaan dari LPEI.

LPEI sebelumnya telah memberikan pembiayaan ekspor pesawat yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia ke Senegal dan pembangunan proyek 3.950 unit apartemen di Aljazair yang saat ini sedang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya.

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih berpotensi untuk Indonesia dan Afrika Selatan serta meningkatkan awareness kepada stakeholders di Afrika Selatan bahwa Indonesia merupakan trading partner yang berpotensi untuk melakukan kerja sama ekonomi di masa mendatang.

Adapun para jurnalis yang hadir berasal dari South African Broadcasting Corporation, Diplomatic Informa, Pretoria News, Western Cape Town, dan Citypress/News 24.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.