Bencana Alam Tak Pengaruhi Stok Pangan

    Arif Wicaksono - 19 Januari 2020 18:00 WIB
    Bencana Alam Tak Pengaruhi Stok Pangan
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.
    Jakarta: Bencana alam yang terjadi diawal tahun dengan banjir besar di beberapa daerah diwaspadai akan menganggu pasokan pangan. Namun hal ini diyakini tak akan memengaruhi pasokan pangan karena berbagai strategi yang dilakukan oleh kementan.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa sektor pertanian memang rentan dengan adanya bencana alam, banjir serta hama penyakit. Namun, mentan menjelaskan, bahwa menurut riwayatnya, badai elnino dan banjir tak terlalu banyak memengaruhi pasokan pangan.

    "Dari analisa cuaca yang kami gunakan dan data yang kami miliki Insyaallah masih aman dan April, Maret kita punya stok pangan yang cukup," kata Mentan, diberitakan Minggu, 19 Januari 2020.

    Dia mengatakan bahwa dari korban bencana alam banjir yang jumlahnya mencapai 68 ribu hektar lahan pertanian, yang paling parah dampaknya hanya sebesar 10 ribu hektare. Kementan pun langsung menginterversi tanaman yang hancur dan langsung melakukan perbaikan.

    Selain itu, mentan akan berusaha mengggantikan bibit tanaman yang terkena bancana alam. Bahkan bagi mereka yang dalam posisi tanam ketika banjir melanda, dengan data-data yang konkrit, bisa  mendapatkan asuransi pertanian.

    "Memang belum semua terkover. Di situ gunanya kementerian, gubernur dan bupati. Kita awasi dan jaga persis kalau memang jadi masalah maka asuransi masuk. Kita akan gantikan bibit pangan sebagai bentuk langkah emergency," kata dia.

    Mentan juga berjanji akan melakukan ekspor beras pada tahun ini. Sampai saat ini mentan sudah melakukan pematangan lahan bibit serta mengatur distribusi bibit agar harganya memenuhi standar keekonomian di negara tujuan.

    Pengaruh cuaca tak berpengaruh terhadap rencana ekspor karena indonesia memiliki daerah lain yang tak terkena bencana alam seperti banjir karena curah hujannya berbeda-beda.

    "Kita masih bisa kaji pendekatan-pendekatanya seperti apa," kata dia.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi hingga April 2020. Berkaitan dengan itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachri Rajab menyatakan adanya potensi bencana yang ditimbulkan sepanjang musim penghujan.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id