comscore

StanChart Berencana Divestasi 45% Saham Bank Permata

Angga Bratadharma - 27 Februari 2019 10:46 WIB
StanChart Berencana Divestasi 45% Saham Bank Permata
Ilustrasi (AFP/Philippe Lopez)
Jakarta: Standard Chartered (StanChart) berencana mendivestasikan sekitar 45 persen saham di PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau PermataBank. Aksi korporasi tersebut disebut sebagai salah satu bagian dari rencana untuk membebaskan modal sebagai imbal hasil ke investor melalui skema pembelian kembali saham atau buyback.

Kepala Eksekutif StanChart Bill Winters mengatakan rencana itu meningkatkan pengembalian modal kepada investor melalui kemungkinan pembelian kembali saham dan dividen yang lebih tinggi, yang dapat berlipat ganda pada 2021. Adapun saham StanChart telah kehilangan sekitar 37 persen dari nilainya sejak Winters mengambil alih kepemimpinan pada 2015.
"Kami sudah memiliki anggaran investasi yang sehat yang dimasukkan ke dalam rencana kami, sehingga penambahan modal harus tersedia untuk pembelian kembali dalam jangka waktu yang relatif singkat," kata Winters, seperti dikutip dari Financial Times, Rabu, 27 Februari 2019.

Pergerakan ini merupakan bagian dari rencana tiga tahun baru yang bertujuan untuk menggandakan laba StanChart atas ekuitas, ukuran kunci dari profitabilitas menjadi lebih dari 10 persen pada 2021. Adapun berita itu berbenturan dengan dengan reaksi pasar karena saham StanChart turun dua persen.

Penjualan saham PermataBank oleh StanChart nilainya dapat mencapai hampir USD1 miliar berdasarkan penilaian pasar bank di Indonesia, seiring mengurangi aset tertimbang menurut risiko sebesar USD9 miliar atau 3,5 persen, dalam sebuah langkah yang bisa membebaskan modal di PermataBank.

StanChart diharuskan untuk memasukkan semua aset PermataBank di neraca keuangan tetapi hanya mendapat 45 persen dari keuntungan yang melemahkan pengembalian ekuitas yang dihasilkannya dari saham. Selain itu, StanChart juga berencana merestrukturisasi operasinya di empat pasar yang berkinerja rendah yakni Korea, Indonesia, UEA, dan India.

"Sementara kami melihat ruang lingkup untuk peningkatan (dividen) dan potensi pembelian kembali maka target pendapatan 5-7 persen sangat ditantang," kata Analis Bank Jefferies Joseph Dickerson.

Sebagai bagian dari rencana strategis baru, StanChart juga berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan biaya di bawah tingkat inflasi di pasar dan berupaya meningkatkan pendapatan. Winters, yang gajinya naik 27 persen menjadi 5,95 juta poundsterling mengatakan pemberi pinjaman akan mencapai target pertumbuhannya dengan berfokus pada klien perusahaan besar.

Lebih lanjut, StanChart mengatakan perang dagang AS-Tiongkok telah merusak kinerja yang menyebabkannya mengumumkan penurunan 20 persen dalam laba bersih tahunan yang diatribusikan kepada pemegang saham biasa menjadi USD618 juta. Laba sebelum pajak naik 28 persen menjadi USD3,86 miliar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id