Meningkatkan Daya Saing Industri Tekstil

    31 Maret 2019 19:20 WIB
    Meningkatkan Daya Saing Industri Tekstil
    Illustrasi. Dok : MI.
    Jakarta: Platform online untuk keperluan fesyen dan gaya hidup, Zilingo, ikut dalam 17th Indonesia International Apparel Fabrics, Nonwoven and Home Textile Exhibition (INATEX), salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara yang menampilkan berbagai macam produk dan aksesori dari Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia.

    Pameran tiga hari ini akan menghadirkan lebih dari 600 produsen Indonesia untuk kain dan tekstil nonwoven rumahan. Mengusung tema "Investasi untuk Menyambut Indonesia 4.0", pameran ini berharap dapat mendorong persaingan di industri garmen dan tekstil.

    Zilingo akan menghadirkan 20 pedagang di bidang kain, garmen, sepatu dan tas yang akan berusaha  mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi para pedagang Indonesia saat mencari produk dan bahan baku.

    "Kami berharap dapat mengatasi masalah ini dengan menyatukan para produsen dan pemasok top Indonesia di INATEX dan kami berharap dapat mendorong nilai bisnis milik usaha fesyen lokal," kata Ade Yuanda Saragih, VP dan Country Head, Zilingo dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Maret 2019.

    Zilingo juga berpartisipasi sebagai salah satu pendukung utama Indo Project Runway yang kedua, lomba perancang mode yang merayakan kreativitas perancang busana muda Indonesia.

    Para peserta terpilih akan ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam membuat koleksi siap pakai (ready-to-wear collection) berdasarkan tema yang diberikan. Tiga orang pemenang berhak untuk memenangkan hadiah uang tunai serta kesempatan untuk mendapatkan bahan baku yang mereka butuhkan untuk usaha mereka dari Zilingo Asia Mall.

    Ade menambahkan sebagai salah satu pasar terbesar kami, Zilingo mengakui potensi yang dimiliki Indonesia di industri fesyen, mulai dari kualitas pakaian dan tekstil hingga para talenta berbakat di belakangnya.

    "Kami bangga mendukung Indo Project Runway untuk menemukan desainer terbaik berikutnya dari Indonesia.”
     
    Pemerintah memberikan dukungan penuh agar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional bisa bersaing di pasar dunia. Diplomasi kerja sama membuka pasar baru terus dilakukan untuk mempermudah ekspansi orientasi produk ekspor.
     
    "Pemerintah akan memberikan dukungan penuh, Presiden Jokowi perintahkan untuk memberikan apapun yang bisa dilakukan bagi perluasan industri, bagi investasi terutama yang berorientasi ekspor," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.
     
    Enggar menyampaikan para pengusaha dalam negeri perlu yakin betul industri TPT Tanah Air punya prospek cerah di masa mendatang. Produk hasil kombinasi dan kemampuan, pengalaman serta ketersediaan bahan baku diyakini dapat meningkatkan daya saing di kancah dunia.

    Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan peluang pasar baru hasil perundingan perdagangan internasional dengan negara peserta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
     
    RECP merupakan integrasi perjanjian dagang (Free Trade Agreement/FTA) antara The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dengan enam negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Selandia Baru, dan Australia.
     
    "Hampir 50 persen populasi dunia ada di sini (RCEP), itulah market kita yang luas, itulah pasar yang harus kita isi," bebernya.
     
    Kawasan negara di Benua Afrika juga turut menjadi fokus diplomasi perdagangan dalam membuka pasar baru industri tekstil Tanah Air. Tiga negara di antaranya Tunisia, Maroko, dan Mozambik telah bersepakat untuk menerima pasokan produk TPT Indonesia dalam membuka keran ekspor.
     
    "Tunisia, Maroko dan Mozambik dalam tahun ini bisa sebagai pintu gerbang untuk pergi (ekspor) ke Spanyol, Prancis dan juga negara Afrika lain," ujarnya.
     
    Enggar menambahkan, para pengusaha yang berani melangkah ekspor juga bakal diajak untuk untuk langsung berunding dengan pasar internasional. Produk lokal diharapkan bisa berjaya di pasar dunia di masa mendatang.
     
    "Saya akan ajak pada setiap kunjungan. Saya tidak mau hanya pembahasan perundingan, tapi lebih efektif kalau kami bawa delegasi bisnis dalam forum itu ada one on one, ada bisnis matching," tandasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id