Rangkap Jabatan Direksi-Komisaris, Kementerian BUMN Bakal Lihat Aturan

    Suci Sedya Utami - 19 November 2019 22:02 WIB
    Rangkap Jabatan Direksi-Komisaris, Kementerian BUMN Bakal Lihat Aturan
    Ilustrasi. Foto : Medcom/Annisa Ayu.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal melihat aturan yang berlaku terkait adanya rangkap jabatan direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah.

    Hal tersebut menyusul keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang mencopot jabatan ketujuh jajaran Eselon I dan dipindahkan untuk mengisi jabatan di kursi direksi di perusahaan BUMN. Namun di sisi lain, ketujuh mantan Eselon I tersebut masih menduduki kursi dewan komisaris di beberapa perusahaan BUMN lainnya.

    "Nanti kita lihat aturan mainnya, kalau nanti bisa direktur dan komisaris, kenapa enggak. Tapi kalau misalnya tidak, ya tetap (dicopot)," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 19 November 2019.

    Ketujuh jajaran Eselon I yang dicopot dan dipindahtugaskan di antaranya:

    1. Imam Apriyanto Putro dari jabatan Sekretaris Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Di sisi lain, Imam masih menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero).

    2. Fajar Harry Sampurno dari Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN menjadi Dorekrur Utama PT Barata (Persero). Di sisi lain  Fajar masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Inalum (Persero) atau MIND ID.

    3. Gatot Trihargo yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama Perum Bulog. Di sisi lain Gatot masih menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).

    4. Wahyu Kuncoro yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Di sisi lain Wahyu masih menjabat sebagai Wakil Komisaris PT BRI (Persero).

    5. Edwin Hidayat Abdullah yang sebelumnya menjabat  Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Di sisi lain Edwin masih menjabat sebagai  Komisaris PT Telkom (Persero).

    6. Hambra Samal yang sebelumnya menjabat  Deputi Infrastruktur Bidang Bisnis Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama PT Pelindo II (Persero). Di sisi lain Hamba masih menjabat sebagai Wakil Komisaris PT BNI (Persero)

    7. Aloysius Kiik Ro yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN menjadi Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero). Di sisi lain Aloy masih menjabat sebagai Komisaris PT PLN Persero.

    Lebih lanjut Arya mengatakan perombakan jajaran tersebut tidak lain dilakukan dengan tujuan penyegaran di tubuh BUMN. "Deputi nantinya jadi direksi di BUMN, kan banyak yang sudah punya pengalaman di bidang bisnis di korporasi, mereka sudah lama (di Eselon I), ya sekarang di-refresh lagi ke korporasi," jelas Arya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id