Menristek Uji Coba LRT Stasiun Cibubur-Ciracas

    Nia Deviyana - 28 November 2019 12:39 WIB
    Menristek Uji Coba LRT Stasiun Cibubur-Ciracas
    Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro saat melakukan uji coba Light Rapid Transit (LRT) dari stasiun Harjamukti, Cibubur. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.
    Cibubur: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro melakukan uji coba Light Rapid Transit (LRT) dari stasiun Harjamukti, Cibubur hingga stasiun Ciracas. Dalam uji coba ini, Bambang akan memberi masukan terkait teknologi yang mesti dikembangkan di sektor transportasi massal.

    "Kebetulan dalam posisi saya sebagai Menristek yang membawahi BPPT dan LIPI, proses pembuatan gerbong dan pengoperasian gerbong yang dibuat oleh PT INKA, pengoperasian kereta berlangsung dengan sangat baik. Artinya kualitas dari gerbongnya, kualitas dari perjalanannya, operasionalnya juga sangat mulus, hampir tidak ada kebisingan," ujarnya di stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Kamis, 28 November 2019.

    Bambang bilang hal tersebut menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia sudah bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di masa mendatang. Sebab, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, dicanangkan enam kota besar yang bakal memiliki sistem transportasi massal berbasis rel atau kereta api.

    "Jadi artinya kebutuhan akan kereta api, gerbongnya, lokomotifnya, maupun persinyalan termasuk infrastruktur relnya ini akan sangat besar. Nah di situlah kita perlu memastikan bahwa ketika ada kegiatan besar terkait kereta api, kita upayakan lokal kontennya, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) nya makin besar, terutama dengan penguasaan teknologi oleh putra putri bangsa kita sendiri," paparnya.

    Adapun TKDN kereta LRT Jabodebek saat ini masih 42 persen. Hal tersebut karena komponen kereta seperti sistem propulsi, TCMS, dan sistem pengereman masih impor. Bambang menuturkan ke depan PT Inka masih butuh banyak penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan penguasaan teknologi kereta sehingga bisa memproduksi dalam negeri.

    "Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan melalui instansi lain dengan dukungan dana Kemenristek/BRIN yang berfokus pada peningkatan TKDN," kata dia.

    Di samping itu, beberapa industri lokal mempunyai potensi mendukung industri perkeretaapian Indonesia seperti Krakatau Steel, diharapkan dapat menyuplai material stainless steel, PT Inalum sebagai material carbody. Begitu juga dari sistem propulsi, PT Pindad dapat menyediakan generator dan motor traksi.

    "Ke depan, desain maskara untuk kereta cepat dapat dikwrjakan bersama PT Dirgantara," pungkasnya.

    Adapun kerja sama dengan dana Kemenristek sudah dilakukan untuk mendukung pengadaan LRT  Jabodebek ini, antara lain penelitian interior dan eksterior LRT bersama ITS, pengujian AC dengan BPPT, dan optimasi proses pengelasan menggunakan mesin las otomatis yang bekerja sama dengan ITB.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id