Banyak Proyek Mandek Jadi Alasan Dirut Antam Dicopot

    Annisa ayu artanti - 19 Desember 2019 21:17 WIB
    Banyak Proyek Mandek Jadi Alasan Dirut Antam Dicopot
    Banyak Proyek Mandek Jadi Alasan Dirut Antam Dicopot. Foto Ilustrasi: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membeberkan alasan pencopotan Arie Prabowo Ariotedjo sebagai direktur utama Antam.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan salah satu alasannya. Arya menuturkan saat dipimpin oleh Arie, banyak proyek yang dikerjakan oleh perusahaan tambang pelat merah tersebut terbengkalai. Arie pun dinilai sebagai eksekutor yang gagal.

    "Ada proyek terbengkalai di Antam," kata Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

    Arya mencontohkan proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur. Proyek ini dinilai jalan di tempat karena tidak ada pasokan listrik.

    Pasokan listrik tidak teraliri ke dalam pabrik bukan salah PLN, tetapi karena Antam lalai untuk membangun pembangkit listrik. Sehingga hingga kini pabrik tersebut belum juga beroperasi.

    "Kalau dia bangun pabrik dia juga yang bangun listriknya. Itu kan kerugian kalau pabrik enggak jalan," ujar dia.

    Kementerian BUMN ingin pekerjaan pembangunan proyek tersebut bisa berlangsung cepat. Artinya ketika pabrik itu telah selesai bisa langsung beroperasi tanpa terkendala pasokan listrik, meskipun target operasi proyek tersebut pada kuartal IV-2020.

    "Jadi, kita cari direksi ini yang bisa eksekutor cepat," cetus dia.

    Selain itu, Arya juga mengatakan Antam juga dinilai lambat dalam mengerjakan proyek grade alumina (SGA) di Mempawah. Proyek itu ditargetkan beroperasi kuartal III-2019.

    "Kemudian proyek SGA masih lambat pelaksanannya," imbuh dia.

    Kementerian BUMN berharap jajaran direksi baru bisa mengeksekusi proyek-proyek yang tertinggal tersebut. Arya juga menilai direktur utama Antam yang baru, Dana Amin menjadi eksekutor yang tepat untuk mengebut proyek-proyek tersebut

    "Antam butuh eksekutor. Kecepatan jadi fokus ke depan," tukas dia.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id