Erick Thohir Kumpulkan Dirut BUMN Bahas Ibu Kota Baru

    Suci Sedya Utami - 07 Januari 2020 19:41 WIB
    Erick Thohir Kumpulkan Dirut BUMN Bahas Ibu Kota Baru
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto : MI/Susanto.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumpulkan sejumlah direksi perusahaan BUMN untuk membahas Ibu Kota baru. Para pimpinan perusahaan pelat merah yang dikumpulkan di antaranya yakni Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) Lukman Hidayat, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tumiyana, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, dan Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo.

    Kemudian Direktur Utama PT BTN (Persero) Pahala Mansyuri, Direktur Utama PT BRI (Persero) Sunarso, Plt Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Fuad Rizal, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspitadewi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Wakil Direktur Utama Pelindo II Hambra Samal, serta Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.

    "Dalam rangka pemindahan Ibu Kota negara apa yang mesti kami lakukan supaya tidak ketinggalan," kata Lukman usai rapat di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Sementara itu, Ira mengatakan pembahasan tersebut masih sangat awal dan umum. Tidak banyak petinggi yang mau berkomentar terkait rapat kali ini.

    Sebelumnya Pemerintah menyebut konsultan dari Tiongkok dan Jepang akan terlibat dalam perencanaan desain ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rancangan juga akan melibatkan desain dasar dari hasil sayembara ibu kota yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.
     
    "Ada dua konsultan asing kelas dunia yang akan bantu masalah lingkungan, desain urban (perkotaan), masalah arsitekturnya dan lain-lain," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
     
    Nantinya, lanjut Luhut, kedua konsultan asing itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta anak bangsa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk merancang ibu kota baru. Menurut Luhut, tadinya ada lima konsultan asing yang rencananya akan ikut terlibat dalam perancangan desain ibu kota baru.

    Adapun konsultas asing itu yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, serta Jepang. Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa cenderung untuk memilih konsultan asal Tiongkok dan Jepang untuk disewa jasanya dalam membantu merancang ibu kota baru.
     
    "Jadi tadi itu ada lima, ada AS, Inggris, Jepang, Tiongkok. Tapi dua terbaik yang kami lihat. Tadi Pak Menteri Bappenas melihat beliau lebih cenderung di dua itu, Jepang dan Tiongkok," ungkap Luhut.

    Selain itu, Luhut menyebut Softbank ingin ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. CEO Softbank Masayoshi Son rencananya akan datang ke Indonesia pada 10 Januari mendatang. Softbank menyatakan komitmen untuk berinvestasi hingga USD100 miliar.

    "Bagi saya ini too good to be true. Tapi semua sudah jalan dan kita lihat, tim sudah bekerja dan saya katakan ke dia saya minta hanya USD25 miliar saja, itu sudah lebih dari cukup untuk lima tahun ke depan," kata dia.

    Selain Softbank, Luhut mengungkapkan pada Jumat mendatang dirinya juga akan kedatangan CEO US International Development Finance Corporation Adam Boehler. Lembaga tersebut disebutnya akan menanamkan modal di BUMN.
     
    "Itu juga enggak pernah dalam sejarahnya AS akan investasi di BUMN. Mereka akan bawa USD5 miliar tahap pertama, dan Presiden sudah challenge (menantang) ini untuk USD10 miliar. Kalau ini semua bisa dieksekusi, kita akan masukkan tadi di dalam toll road dan akan buat 75 rumah sakit dan 80 hotel yang nanti bisa di-IPO-kan ke depan," jelas dia.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id