Stok Beras di Pasar Cipinang Menurun

    04 Februari 2018 17:56 WIB
    Stok Beras di Pasar Cipinang Menurun
    Beras. MI/BENNY BASTIANDY.
    Jakarta: Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tercatat terus mengalami penurunan dengan posisi stok saat ini berada pada angka 22.707 ton, di mana dalam kondisi normal rata-rata stok beras berkisar pada 25.000-30.000 ton per hari.

    Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo saat dihubungi Antara mengatakan bahwa penurunan stok beras yang ada di PIBC disebabkan banyak pelaku usaha mengeluarkan stok beras yang ada menjelang musim panen raya yang diperkirakan mulai Maret 2018.

    "Saat ini pedagang mengeluarkan stok, untuk digantikan dengan yang akan masuk jelang panen raya. Saat ini mulai banyak (beras) masuk dari panen di Jawa Tengah," ucap Arief dikutip dari Antara, Minggu, 4, Februari 2018.

    Ia mengemukakan, saat panen raya nanti, stok beras yang ada di PIBC bisa mencapai 50.000 ton. Saat ini, rata-rata pengeluaran sebanyak 2.000-3.000 ton per hari, sementara pemasukan beras ke PIBC berkisar pada angka yang sama, namun bisa lebih rendah.

    Berdasarkan data dari laman Food Station, penurunan stok di PIBC mulai terjadi pada awal tahun 2018. Pada awal Januari 2018, stok PIBC berada pada posisi 35.392 ton dan terus menurun menjadi 22.707 pada Minggu, 4 Februari 2018.

    Dengan pasokan yang terus menurun, harga beras juga menunjukkan tren peningkatan. Tercatat, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pemicu inflasi Januari 2018 yang sebesar 0,62 persen disebabkan naiknya harga komoditas tersebut dengan andil cukup tinggi mencapai 0,24 persen.

    "Posisi stok pada Januari 2018 lebih sedikit dibanding 2017," kata Arief.

    Tercatat, stok beras pada Januari 2017 berkisar pada 33.000-36.000 ton, lebih tinggi jika dibandingkan 2018. Namun, Kementerian Pertanian menyatakan bahwa pada Januari 2018 produksi gabah kering giling diprediksi mencapai 4,5 juta ton atau setara dengan 2,8 juta ton beras.

    Sementara, kebutuhan konsumsi beras nasional per bulan diasumsikan sebesar 2,6 juta ton. Dengan kondisi demikian, seharusnya ada surplus beras sebanyak 329,3 ribu ton.

    Harga beras di PIBC untuk beras jenis IR-64 I sebesar Rp12.050 per kilogram, IR-64 II Rp11.450 per kilogram dan IR-64 III Rp8.500 per kilogram. Harga beras tersebut sedikit turun jika dibandingkan dengan harga pada Januari 2018, namun masih tetap di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id