RI Berpotensi jadi Penentu Harga Timah

    29 Agustus 2017 08:40 WIB
    RI Berpotensi jadi Penentu Harga Timah
    Menteri ESDM Ignasius Jonan (paling kanan) saat menghadiri Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) di Nusa Dua, Bali. (FOTO: ANTARA/Nyoman Budhiana)



    medcom.id, Nusa Dua: Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menjadi penentu harga timah dunia. Musababnya, negara kita ialah produsen komoditas tambang timah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

    "Saat ini harga timah masih ditentukan perdagangan dunia. Dengan sumber daya alam timah yang besar, kita ingin harganya lebih fair," sebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada Konferensi dan Pameran Timah Internasional 2017 di Nusa Dua, Bali, Senin 28 Agustus 2017.






    Saat ini lantai bursa yang memperdagangkan timah di dunia terdapat di Bursa Komoditi dan Derifatif (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), London Metal Exchange (LME), dan Kuala Lumpur Tin Market (KLTM).

    Sayangnya, referensi harga justru tidak ditentukan bursa logam yang berasal dari produsen terbesar. Penentu harga timah dunia didominasi LME di London, Inggris, yang bukan sebagai produsen timah.

    Untuk menjadi penentu harga emas, Indonesia telah mengambil strategi skema bursa berjangka melalui BKDI/ICDX sejak 2013. Keberadaan BKDI, selain dapat menjadi acuan harga timah dunia, juga mengurangi perdagangan serta transaksi timah secara ilegal.

    "Keberadaan bursa ini semaksimal mungkin dapat menekan kegiatan perdagangan dan transaksi timah secara ilegal. Kegiatan ilegal itu dapat memengaruhi harga komoditas timah dan mengakibatkan dampak negatif bagi lingkung-an di lokasi penambangan," imbuh Jonan.

    Lebih Menarik

    Pada kesempatan serupa, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi menyatakan, hingga saat ini, harga timah ICDX telah memengaruhi pasar timah lainnya yang ada di mancanegara.

    Bahkan, terkadang harga timah ICDX jauh lebih menarik bagi smelter jika dibandingkan dengan pasar lainnya. ICDX sebagai bursa berjangka komoditas telah nyata berkontribusi bagi perekonomian nasional dengan berdirinya pasar fisik timah pada 30 Agustus 2013.

    Dirut ICDX Lamon Rutten mengatakan, dengan harga yang adil dan bersaing, kini pasar ekspor timah dalam negeri menjadi lebih luas. Hal itu dapat dilihat dari volume ekspor timah yang saat ini sebesar 68,76% dengan ditujukan ke negara-negara pengguna seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Belanda, dan India.

    Sebelumnya, nyaris 90 persen volume timah diekspor hanya ke Singapura, baru kemudian dipasok ke berbagai negara.

    "Harga timah ICDX dianggap jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan pasar lainnya. Ini merupakan sebuah keberhasilan. Indonesia telah menciptakan harga acuan timah ekspor dan kini diperhitungkan oleh negara-negara pengguna timah yang notabene negara industri," jelas Rutten.

    ICDX, sejak 2014, juga rutin menyelenggarakan Indonesia Tin Conference and Exhibition (ITCE) yang dimaksudkan sebagai ajang pertukaran informasi para pelaku usaha timah baik lokal maupun mancanegara.

    "ICDX juga berharap ITCE menjadi salah satu ajang bergengsi di dunia karena senantiasa mempresentasikan narasumber yang kredibel dan kapabel di bidangnya. Kami berkomitmen untuk menyejajarkan industri timah Indonesia dengan negara produsen lainnya. Kita harus dapat mengolah timah menjadi bahan baku sehingga memiliki nilai tambah." (Media Indonesia)

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id