Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja dari Indonesia

    Gervin Nathaniel Purba - 18 Maret 2019 16:59 WIB
    Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja dari Indonesia
    Dirjen Binalattas Kemenaker Bambang Satrio Lelono. (Foto: Dok. Kemenaker)
    Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan siap membantu Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Saat ini, Jepang membutuhkan tenaga kerja asing yang sangat besar.

    Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono saat menerima perwakilan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian (METI) Jepang Yoko Ikeda. 

    Menurutnya, saat ini Pemerintah Indonesia tengah fokus terhadap program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga Indonesia percaya diri bisa membantu Jepang.

    "Saya menyambut baik kunjungan ini karena pada waktu yang sama Pemerintah Indonesia juga sedang fokus dan memberikan prioritas pada program peningkatan kualitas SDM," kata Satrio, di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

    Kemenaker tengah fokus menggenjot peningkatan kompetensi SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Satrio optimistis lulusan BLK mampu bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk Jepang. 

    "Kami akan menyesuaikan sistem pelatihan di BLK dengan kebutuhan sektor industri, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia," katanya.

    Guna memuluskan langkah pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang, Satrio meminta Negeri Sakura tersebut segera merumuskan standar kebutuhan industri di negaranya, agar Indonesia bisa menyesuaikan kurikulum pelatihan di BLK sesuai dengan standar mereka.

    "Pemerintah Indonesia akan mengadopsi standar tersebut sebagai standar kompetensi kerja (SKK) khusus yang akan menjadi standar dan pedoman dalam proses pelatihan maupun uji kompetansi bagi calon tenaga kerja yang nantinya akan bekerja di Jepang," ujar Satrio. 

    Sementara itu, Yoko Ikeda menjelaskan maksud pertemuan ini terkait dengan kebutuhan Jepang akan tenaga kerja asing khususnya dari Indonesia. Terhitung mulai 1 April 2019, akan diberlakuan visa kerja baru untuk tenaga kerja asing pada 14 sektor bidang pekerjaan.

    "Selama ini Jepang sangat terbantu dengan program pemagangan, termasuk peserta pemagangan dari Indonesia. Dengan diberlakukannya visa kerja baru tersebut, peserta magang yang telah menyelesaikan program pemagangan berkesempatan bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus atau dalam bahasa Jepang disebut tokuteiginou," kata Ikeda.

    Hanya saja, lanjut Ikeda, jika hanya mengandalkan peserta magang, tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Dalam skema visa kerja tokuteiginou tersebut, Ikeda berharap peserta magang yang telah pulang ke Indonesia bisa kembali bekerja di Jepang.

    "Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei),atau tenaga kerja baru yang belum pernah bekerja di Jepang, namun mempunyai kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang," ucap Ikeda.

    Turut hadir pada pertemuan ini perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Taro Araki, Japan External Trade Organization (JETRO) Hiroki Yoshida, Satoshi Miyajima, serta Presiden Direktur dan Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Imron Munfaat.




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id