RI Genjot Ekspor ke Amerika Latin

    Husen Miftahudin - 25 Maret 2019 18:10 WIB
    RI Genjot Ekspor ke Amerika Latin
    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda. (FOTO: Medcom.id)
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencari pasar nontradisional baru untuk mendongkrak kinerja ekspor. Maklum, ekspor Indonesia sepanjang 2018 melempem sehingga terjadi defisit neraca perdagangan sebanyak USD8,57 miliar. Bahkan di tahun lalu itu RI mengalami defisit neraca perdagangan terdalam selama lima tahun terakhir.

    Dalam peluncuran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda mengaku pihaknya bakal menyasar negara-negara nontradisional di ajang pertemuan business to business (b to b) terbesar di Indonesia itu. Demi menyelamatkan ekspor, salah satu negara yang dituju ialah Amerika Latin.
    "Selain kita pertahankan pasar utama, kita juga mencari pasar-pasar baru di luar pasar utama, yaitu dari negara-negara Asia Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa Timur. Tahun ini kita inginkan penyelenggaraan Trade Expo ini bisa lebih baik dan lebih fokus," ungkap Arlinda di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, ungkap Arlinda, Kemendag meminta bantuan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mendatangkan buyer dari negara-negara nontradisional hadir di TEI 2019. Sebab, Kemendag hanya memiliki perwakilan di 44 negara dan atase perdagangan di 23 negara.

    "Kita harapkan kehadiran Kemenlu bisa mendorong buyer untuk hadir di TEI. Sehingga diharapkan jumlah buyer bisa lebih banyak lagi," ungkapnya.

    Menjawab permintaan Arlinda, Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Ratu Silvy Gayatri menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan gelaran TEI 2019. Sejalan dengan upaya Kemendag, jelas dia, Kemenlu juga punya peran untuk mendiversifikasi pasar ekspor RI.

    Selama ini, negara-negara tujuan ekspor Indonesia selalu Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang. Oleh karena itu, Silvy bakal meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Karibia dan Amerika Latin.

    "Dalam waktu dekat back to back dengan TEI, kita akan lakukan pertemuan dengan pengusaha negara-negara Karibia dan Amerika Latin untuk bisa membantu peningkatan hubungan perdagangan," ucap dia.

    Apalagi, Amerika Latin punya potensi untuk mendongkrak ekspor RI. Dengan jumlah penduduk sebanyak 647 juta jiwa, produk domestik bruto (PDB) mencapai USD5,3 triliun, serta nilai perdagangan sebesar USD1,98 triliun, Amerika Latin menjadi pasar baru yang menggiurkan bagi Indonesia.

    "Itu kategori pasar nontradisional yang harus digarap dan itu harus kerja sama dengan seluruh pihak," tegas Silvy.

    Selama ini, sudah ada beberapa produk Indonesia yang masuk ke negara-negara Amerika Latin, salah satunya produk makanan dan minuman. Sayangnya, banyak eksportir Tanah Air enggan memasukkan produknya ke Amerika Latin lantaran jarak yang jauh.

    Ditambah, adanya tarif bea masuk yang dikenakan negara-negara kawasan tersebut terhadap produk Indonesia. Beban itu menyebabkan harga dari produk-produk RI sulit bersaing dengan produk asli kawasan tersebut.

    "Kita sekarang sedang lakukan perundingan. Ada dengan Chili, Peru masih proses, itu step by step. Kita harus berupaya melakukan penetrasi pasar melalui perundingan di kawasan sana."

    "Harusnya tarif sama, nol, biar kita masuk. Makanya, kalau kita punya perjanjian (dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin), pasti itu (hambatan tarif bea masuk) bisa diminimalisir," jelas Silvy.

    Untuk merealisasikan hal tersebut, dalam waktu dekat akan dibentuk Indonesia Latin America Business Council. "Biar b to b (business to business) juga bergerak, karena percuma kalau pemerintah kerja sama tapi tidak ada eksekutor," tuturnya.

    Bila terwujud, produk-produk Indonesia bakal membanjiri negara-negara di kawasan Amerika Latin. "(Potensi produk Indonesia di Amerika Latin) makanan minuman, ada produk kelapa, seafood, furnitur, dan industri strategis lainnya," tutup Silvy.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id