Legislator: Manajemen Lama Jiwasraya Harus Bertanggung Jawab

    Nia Deviyana - 29 November 2019 15:12 WIB
    Legislator: Manajemen Lama Jiwasraya Harus Bertanggung Jawab
    Ilustrasi gedung Asuransi Jiwasraya. Foto: dok MI.
    Jakarta: Anggota DPR RI Komisi XI Hendrawan Supratikno menilai adanya dugaan korupsi pada Jiwasraya merupakan kesalahan manajemen lama yang dipimpin Hendrisman Rahim dan Hary Prasetyo. Sehingga, manajemen lama yang harus bertanggung jawab, bukan manajemen baru.

    Hendrawan mengatakan dugaan praktik korupsi di tubuh manajemen Jiwasraya telah terlihat saat manajemen baru memaparkan kondisi keuangan perseroan bulan lalu.

    Dari paparannya, kata Hendrawan, perusahaan asuransi jiwa tertua tersebut mengalami ekuitas yang minus hingga Rp24 triliun per September 2019. Minusnya ekuitas terjadi karena manajemen lama salah dalam menempatkan investasi perseroan pada saham-saham seperti PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN).

    "Kalau penempatan investasinya tepat, tentu tak akan terjadi. Kalau saya lihat modus dugaan korupsi yang digunakan manajemen lama dengan cara-cara menempatkan investasi yang tampak bagus padahal busuk," ujar Hendrawan, dikutip melalui keterangan resminya, Jumat, 29 November 2019.

    Terkait manajemen baru, Hendrawan menyatakan ada empat hal yang harus dilakukan manajemen baru untuk menyelesaikan masalah dugaan korupsi dan kembali menyehatkan kondisi perusahaan asuransi pelat merah itu.

    Pertama, manajemen baru harus memberikan informasi yang detail kepada aparat penegak hukum yang sedang bertugas menangani perkara.

    Kedua, manajemen baru harus mampu menjaga barang bukti, mengingat pelanggaran ini sudah terjadi sejak 2014 silam. Ketiga, pemerintah dan manajemen baru tidak berupaya untuk menghapus jejak pelanggaran hukum yang terjadi di masa lalu.

    Keempat, manajemen baru bersama seluruh pemangku kebijakan harus berupaya mendukung penyehatan Jiwasraya.

    "Kami dari DPR mendukung upaya penyehatan Jiwasraya tapi masalah hukumnya harus diselesaikan lebih dulu. Kami juga berharap nasabah bersabar dan percaya dengan apa yang sedang dilakukan manajemen baru dan pemerintah," tutup Hendrawan.

    Sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta memeriksa sebanyak 66 saksi dan pihak terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
    Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) DKI Jakarta, M Nirwan Nawawi telah mengumpulkan dokumen-dokumen alat bukti dan memohon penunjukan ahli auditor dari kantor akuntan publik guna memproses perhitungan kerugian negara.

    "Berdasarkan Laporan pengaduan Masyarakat Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam BUMN PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)," kata Nirwan seperti dikutip dari Media Indonesia.

    Nirwan menjelaskan lebih lanjut, dugaan korupsi itu  didasarkan pada kronologis sejak 2014 hingga 2016. Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual JS Saving Plan dengan tawaran presentasi bunga yang cenderung tinggi di atas rata-rata.

    Tepatnya, berkisar di 6,5-10 persen sehingga Jiwasraya memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun. Berdasarkan dugaan adanya tindak pidana korupsi pada Jiwasraya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No.: Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018 tanggal 27 November 2018.

    Dari hasil penyelidikan, Kejati DKI Jakarta telah mendapatkan bukti permulaan yang dinilai cukup dan ditingkatkan ke tahap penyidikan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id