Industri Mamin Bisa Tekan Defisit Neraca Perdagangan

    Nia Deviyana - 26 November 2019 06:41 WIB
    Industri Mamin Bisa Tekan Defisit Neraca Perdagangan
    Ilustrasi ekspor yang memengaruhi neraca perdagangan RI. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi andalan untuk menekan defisit neraca perdagangan. Sektor mamin juga berkontribusi lebih dari sepertiga (36,49 persen) dari total Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan non-migas hingga triwulan III-2019.

    “Bila melihat data, ekspor industri mamin saat ini cukup besar, dan ekspornya juga nomor satu. Angka ekspor mamin hingga September 2019 hampir mencapai USD20 Miliar,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Achmad Sigit Dwiwahjono melalui keterangan resminya, Senin, 25 November 2019.

    Sigit mengungkapkan industri mamin menjadi salah satu prioritas dalam Making Indonesia 4.0 karena konsisten tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, seperti pada triwulan III-2019 yang mencapai 7,72 persen, sementara ekonomi tumbuh 5,04 persen.

    "Dengan sedikit dorongan, pertumbuhan ekonomi kita dapat lebih bagus lagi, karena 55 persen dari struktur ekonomi kita didukung oleh konsumsi dalam negeri, sehingga kita masih punya kesempatan lebih besar lagi,” terangnya.

    Menurut Sigit, saat ini produk mamin yang diproduksi di Tanah Air banyak digemari di beberapa negara lain, misalnya mi instan yang sangat digemari di negara-negara Afrika. Sehingga, untuk meningkatkan ekspor sektor mamin, pemerintah terus menjajaki pasar Amerika Serikat, Jepang, Eropa, serta pasar-pasar non-tradisional.

    Upaya mendorong pertumbuhan sektor itu antara lain dengan aktif menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sampai dengan triwulan III tahun 2019, realisasi investasi untuk sektor mamin mencapai Rp25,81 triliun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan USD984,26 juta untuk Penanaman Modal Asing (PMA).

    Pemerintah, kata Sigit, juga mendorong sekaligus memfasilitasi promosi produk industri mamin, salah satunya melalui pameran industri di luar negeri yang dinilai bisa menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri mamin untuk memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan serta keinginan dari pelanggannya.

    "Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan ekspor produk mamin yang diproduksi di Tanah Air,” ungkap Sigit.

    Aspek teknologi dan inovasi, termasuk pula standar dan pengemasan merupakan faktor krusial dalam industri mamin. Untuk melindungi pasar dalam negeri, proteksi yang dilakukan termasuk penerapan berbagai regulasi yang harus dipenuhi juga oleh produk-produk impor. Hal ini agar industri mamin Tanah Air dapat mendominasi pasar dalam negeri dan mampu berkontribusi dalam menekan defisit neraca perdagangan.

    Sigit menyampaikan, Kemenperin secara rutin menggelar pameran produk-produk industri di Plasa Pameran Industri Kemenperin, termasuk pula dari industri makanan dan minuman. Kegiatan tersebut awalnya bertujuan untuk memperkenalkan teknologi serta inovasi-inovasi sektor industri di Indonesia.

    Dalam 10 tahun pelaksanaan pameran, dapat dilihat perkembangan produk yang dipamerkan, seperti pada kemasan maupun diversifikasi produk. “Hal ini tidak lepas dari masukan para pengunjung pameran,” pungkas Sigit.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id