Kejar Target Kredit, AFPI Gandeng BPR dan BPD

    Nia Deviyana - 23 Agustus 2019 13:25 WIB
    Kejar Target Kredit, AFPI Gandeng BPR dan BPD
    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko. (FOTO: Medcom.id/Theofillus)
    Denpasar: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggandeng Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Bali dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital. Hal ini juga sebagai upaya merealisasikan target penyaluran kredit tahun ini.

    "Kami sadar untuk mendukung semangat Pemerintah dalam membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi digital, kami tidak bisa bergerak sendirian," ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko melalui keterangan resminya, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Adapun AFPI menargetkan penyaluran pinjaman hingga akhir tahun sekitar Rp60 triliun, atau lebih tinggi dari target semula sebesar Rp45 triliun. Angka tersebut, dua kali lipat dari capaian 2018.

    "Kami siap bergandengan tangan dengan rekan-rekan industri keuangan lainnya dalam hal ini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk dapat menyediakan akses layanan finansial yang lebih mudah dan luas untuk seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Sunu.

    Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat ada 127 perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK hingga 7 Agustus 2019. kehadiran fintech tak hanya sebagai sarana inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh perbankan, tetapi juga menumbuhkan investor-investor milenial.

    Berdasarkan data OJK per 30 April 2019, berdasarkan karakter pengguna fintech lending, mayoritas pemberi pinjaman atau lender berasal dari kalangan milenial (usia 19-34 tahun) sebanyak 69,53 persen. Sisanya lender dari kalangan usia 35-54 tahun sebanyak 27,26 persen.

    Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan OJK Hendrikus Passagi mengatakan Indonesia merupakan target pasar yang menjanjikan bagi bisnis fintech P2P lending.

    Tercatat total pinjaman dari fintech P2P lending sebesar Rp37 triliun dari 25,69 juta akun peminjam atau borrower yang bertransaksi dan 456.352 entitas lender. Lender mayoritas dari entitas dalam negeri yakni sebanyak 453.583 entitas, sisanya dari luar negeri 2.769 entitas. Mayoritas lender adalah perorangan yang terakumulasi, hanya 0,18 persen berupa badan usaha.

    "OJK akan terus meningkatkan kualitas fintech P2P lending lewat mekanisme check dan monitoring. Salah satunya dengan mematok tingkat kredit bermasalah atau Non Performance Loan (NPL) dikisaran satu persen," tutur Hendrikus.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id