Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Tagihan Jiwasraya

    Eko Nordiansyah - 05 Februari 2020 18:31 WIB
    Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Tagihan Jiwasraya
    Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) Yanuar Rizky menilai defisit likuiditas dan solvabilitas yang dialami oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) harus segera diselesaikan pemerintah maupun otoritas dan regulator.

    Meski bukan merupakan lembaga perbankan, Yanuar bilang, dengan jumlah nasabah yang mencapai tujuh juta orang permasalahan insolvabilitas Jiwasraya akan berpotensi menimbulkan masalah keuangan yang serius.

    "Karena kalau dibiarkan berlama-lama dan berlarut-larut akibatnya akan berdampak sistemik," kata Yanuar kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Yanuar menjelaskan adanya risiko sistemik dapat terjadi ketika para nasabah dan investor sudah tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap industri jasa keuangan asuransi. Apalagi, kata Yanuar, Jiwasraya juga tengah berhadapan pada kasus hukum perihal adanya dugaan korupsi yang melibatkan direksi lama dan para pemain pasar modal.

    Akibatnya transaksi di pasar modal mulai turun, ditandai dengan tren negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah kembali menukik ke level di bawah 6.000.

    "Di samping menjual produk JS Saving Plan yang bersifat investasi, kan ada juga beberapa produk lain yang dijual. Kalau sekarang dibiarkan berlarut-larut, itu juga bisa berdampak terhadap asuransi lain," jelas dia.

    Oleh karena itu, Yanuar bilang pemerintah harus segera mengambil langkah konkret atas permasalahan Jiwasraya. Sementara untuk pihak otoritas dan regulator, mereka dapat membantu Kejagung mencari para pelaku yang sengaja menggoreng saham, mencari manajer investasi yang diduga turut terlibat.

    "Kalau pelaku dituntut pidana kemudian dijatuhi hukuman, kan kita bisa masuk di UNCAC. UNCAC adalah korupsi di sektor keuangan swasta yang pernah juga digunakan Amerika tahun 2008. Jadi begitu diputuskan bermasalah, kita bisa pakai aturan UNCAC itu untuk kembalikan kerugian negara melalui asetnya," ungkapnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id