BI: Rasio Uang Palsu Turun Jadi 8 per 1 Juta Lembar

    Husen Miftahudin - 26 Februari 2020 14:30 WIB
    BI: Rasio Uang Palsu Turun Jadi 8 per 1 Juta Lembar
    Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengklaim rasio temuan uang rupiah palsu pada 2019 mengalami penurunan menjadi delapan lembar per satu juta uang rupiah asli yang beredar (piece per million/ppm). Rasio tersebut menunjukkan bahwa dalam setiap satu juta lembar uang rupiah yang diedarkan, ditemukan delapan lembar uang rupiah palsu.

    "Ini mengalami penurunan dari 2015 sebanyak 11 piece per million atau turun sebanyak tiga piece per million," ungkap Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Berdasarkan catatan BI, rasio temuan uang rupiah palsu pada 2019 mengalami perbaikan sejak enam tahun terakhir. Pada 2014 rasio peredaran uang rupiah palsu sembilan berbanding satu juta lembar. Kemudian pada 2015 angkanya naik menjadi 21 berbanding satu juta lembar.

    Lalu pada 2016 turun menjadi 13 berbanding satu juta lembar. Selanjutnya pada 2017 angkanya turun lagi menjadi sembilan berbanding satu juta lembar. Dan pada 2018 rasio temuan uang rupiah palsu menjadi 12 berbanding satu juta lembar.

    Menurut Yudi, rasio temuan uang rupiah palsu tersebut juga relatif lebih baik ketimbang sejumlah negara maju. Sebagai contoh pada dolar Amerika Serikat (USD), Poundsterling Inggris (GBP), dan Euro (EUR) yang masih ditemukan ratusan lembar uang palsu pada satu juta lembar uang asli yang diedarkan.

    "Dolar Amerika Serikat, Poundsterling Inggris, atau Euro, itu tingkat pemalsuannya sudah ratusan per satu juta uang yang diedarkan," bebernya.

    Selain memperkuat koordinasi antara BI dengan penegak hukum, pengetahuan masyarakat terkait uang palsu juga harus terus ditingkatkan. Salah satunya sosialisasi pengecekan keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang atau 3D.

    "Kami selalu mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan 3D serta menjaga dan merawat uang rupiah. Bila lusuh, sulit bagi kita mengenali keasliannya," ucap Yudi.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id