Menaker: Investasi di Indonesia Menguntungkan Semua Pihak

    Gervin Nathaniel Purba - 14 Maret 2019 11:48 WIB
    Menaker: Investasi di Indonesia Menguntungkan Semua Pihak
    Menaker M Hanif Dhakiri bertemu delegasi Amcham Indonesia yang dipimpin oleh Executive Director, Southeast Asia US Chamber of Commerce John Goyer (Foto:Dok.Kemenaker)
    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meyakinkan delegasi The American Chamber of Commerce in Indonesia (Amcham Indonesia) agar tak perlu khawatir berinvestasi di Indonesia. 

    Indonesia dipastikan mampu menghadapi tantangan ekonomi pada era revolusi industri 4.0.

    "Investasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak pada masa mendatang," kata Menaker Hanif, di hadapan delegasi Amcham Indonesia yang dipimpin oleh Executive Director, Southeast Asia US Chamber of Commerce John Goyer, dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Maret 2019.

    Hanif optimistis iklim investasi akan tetap kondusif karena pemerintah memberikan perhatian serius, termasuk menjaga iklim ketenagakerjaan yang stabil bagi investor.

    Selain itu, pemerintah melalui Kemenaker juga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan vokasi melalui strategi triple skilling, yakni skilling, upskilling, dan reskilling

    Bagi tenaga kerja yang belum punya keterampilan dapat mengikuti program skilling agar punya keahlian pada bidang tertentu. 

    Bagi tenaga kerja yang telah memiliki skill dan membutuhkan peningkatan, akan masuk program upskilling. Sedangkan, yang ingin beralih skill dapat masuk ke program reskilling.

    "Adanya kepastian pengupahan, jaminan sosial, hubungan industrial yang baik serta perubahan paradigma Mayday yang makin kondusif akan mampu menarik investasi masuk ke Indonesia," kata Hanif.

    Pada bidang penempatan kerja, pemerintah juga optimistis bisa memenuhi pencanangan target 10 juta lapangan kerja pada 2019. Hal itu bisa terlihat sejak 2015 hingga Agustus 2018, pemerintah berhasil menempatkan 9.483.672 orang. 

    "Saya optimistis target 10 juta lapangan kerja pada 2019 dapat tercapai," katanya. 

    Hanif mengungkapkan capaian strategis lainnya, yakni bidang hubungan industrial. Meningkatnya kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. Hingga Agustus 2018, peserta jaminan sosial tenaga kerja mencapai 28.127.702 orang. 

    "Angka perselisihan industrial menurun dari 2.683 kasus pada 2014, menjadi 1.316 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2018," ucapnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id