Benahi Defisit, BPJS Kesehatan Tidak Bisa Jor-joran Beri Pelayanan

    Nia Deviyana - 19 Maret 2019 19:32 WIB
    Benahi Defisit, BPJS Kesehatan Tidak Bisa Jor-joran Beri Pelayanan
    Illustrasi. Dok : AFP.
    Jakarta: Direktur Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal berpendapat defisit yang terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga pernah dialami beberapa negara. Dia mengatakan, permintaan terhadap pelayanan kesehatan yang terjangkau sangat tinggi.

    "Itu sebabnya tetap harus ada bantuan atau subsidi dari pemerintah. Bahkan di negara maju pun, ada alokasi dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)-nya," ujar Faisal saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 19 Maret 2019.

    Membenahi keuangan BPJS, lanjut Faisal memang harus disisir secara tuntas, terutama berkaitan dengan pemberian fasilitas yang diberikan. "Misalnya skema pembiayaan subsidi silang yang diberikan ke pasien yang membayar premi tinggi, itu juga tidak bisa jor-joran," papar dia.

    Kemudian, BPJS Kesehatan harus menyeleksi penyakit apa yang harus di kover.  "Negara maju yang banyak uangnya saja tidak semua penyakit di kover asuransi. Selektif memilih penyakit, yang paling urgent, dan priorotas," pungkasnya.

    Defisit BPJS Kesehatan menjadi topik yang diangkat pada debat Pilpres ketiga, Minggu, 17 Maret 2019. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjanjikan pembenahan besar-besaran pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia memandang kesehatan memegang peranan penting.
     
    "Kesehatan yang prima kuncinya adalah pembenahan. Di bawah Prabowo-Sandi, BPJS akan dibenahi hingga akar-akarnya," kata Sandi.

    Pendamping Prabowo Subianto itu berjanji menghadirkan ahli dari luar negeri, seperti Hong Kong. Ia tak peduli berapa pun biaya yang dibutuhkan selama kehadiran ahli bisa membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Air.
     
    "Negara tidak boleh pelit untuk kesehatan rakyatnya. Putra-putri terbaik yang ahli akan kami hadirkan untuk membantu," beber dia. Prabowo-Sandi juga berjanji membenahi rujukan BPJS. Masalah antrean lama pun dipastikan dicarikan solusinya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id