comscore

Lebaran 2019, JNE Catatan Lonjakan Pengiriman Capai 50%

Annisa ayu artanti - 27 Mei 2019 16:45 WIB
Lebaran 2019, JNE Catatan Lonjakan Pengiriman Capai 50%
Illustrasi. Dok : MI/Yuniar.
Jakarta: PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyatakan pada bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini jumlah pengiriman naik 50 persen dibandingkan dengan hari biasa.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi mengatakan kenaikan pengiriman sudah pasti terjadi setiap tahunnya di bulan Ramadan. Kenaikan pengiriman seperti ini tidak hanya dirasakan oleh JNE, tetapi juga perusahaan jasa pengiriman lainnya.
"Untuk JNE kalau kami dibandingkan hari biasa peningkatannya di atas 50 persen. Kalau terhadap tahun lalu itu di atas 30 persen kenaikannya," kata Feriadi kepada Medcom.id, di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

Feriade menyebutkan pada hari biasa JNE biasa mengirimkan barang atau paket sebanyak 20 juta sampai 21 juta paket. Pada lebaran tahun ini peningkatan pengiriman paket mencapai 50 persen dari hari biasa.

Adapun peningkatan pengiriman tersebut, kata Feriadi disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, karena banyaknya marketplace yang menggelar promo. Lalu kedua, karena uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah cair sehingga masyarakat berbondong-bondong berbelanja. 

"Faktornya karena beberapa hal terutama di bulan Ramadan ini banyak marketplace melakukan promo, yang kedua masyarakat mendapatkan THR, sehingga ini menjadi tren belanja di bulan Ramadan," jelas dia.

Selain dua faktor itu, faktor yang membuat peningkatan pengiriman adalah tidak sempatnya masyarakat pulang ke kampung halaman sehingga mereka menggantikannya dengan memberi parsel, hadia, atau kado. Pengiriman parsel tersebut biasanya dilakukan melalui perusahaan jasa pengiriman seperti JNE. 

"Mereka yang tidak sempat mudik kirim kado, kirim hadiah buat keluarga, buat kerabat. Ini dampaknya buat perusahaan jasa pengiriman akhirnya mengalami lonjkan pengiriman," ungkap dia.

Lebih lanjut, Feriadi menambahkan, sejauh ini tren pengiriman berasal dari Jakarta ke berbagai daerah di Indonesia. "Kiriman banyakan dari Jakarta ke daerah. Jawa itu masih dominan Jawa," tukas dia.


(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id