Menjaga Kekuatan Ekspor Produk Tekstil Indonesia

    Ilham wibowo - 17 Oktober 2019 11:10 WIB
    Menjaga Kekuatan Ekspor Produk Tekstil Indonesia
    Ilustrasi pekerja di pabrik tekstil. FOTO: dok Kemenperin.
    Tangerang Selatan: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan produk tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia yang berdaya saing tinggi dan berkualitas unggul berpeluang besar untuk terus ditingkatkan ekspor dan pangsa pasarnya di dunia.

    Pernyataan tersebut disampaikan Mendag saat membuka TEI Textile Showcase and Summit (TEITSS) 2019 yang dilaksanakan pada 12-18 Oktober 2019 di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI), Tangerang, Banten, Kamis, 17 Oktober 2019.

    "Produk TPT Indonesia memiliki beberapa keunggulan, misalnya telah menjangkau paling tidak 100 negara tujuan ekspor. Produk TPT kita juga berdaya saing dan berkualitas tinggi. Produsen TPT Indonesia juga dinilai selalu berkomitmen tinggi dalam berbisnis. Kita harus bangga," kata Enggar melalui keterangan resminya.

    Menurutnya, daya saing dan kualitas produk TPT Indonesia yang eksklusif ini berhasil dicapai karena didukung oleh kemampuan produsen Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan, penguasaan mesin/peralatan modern, peningkatan desain dan mutu produk, serta pemenuhan sertifikasi dan standar produk TPT Indonesia.

    "Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki produk TPT Indonesia, peluang peningkatan pangsa pasar tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan mengembangkan industri TPT di dalam negeri. Selain itu, perjanjian internasional yang dimiliki Indonesia juga memberikan memberikan keleluasaan akses pasar produk TPT secara global," ungkapnya.

    Saat ini industri dalam negeri membutuhkan dukungan pasokan bahan baku, investasi, dan pengembangan akses pasar. Bahan baku utama TPT Indonesia yaitu kapas dan poliester saat ini ketersediaannya masih perlu diimpor. Karenanya diperlukan berbagai mekanisme kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan dengan negara-negara produsen bahan baku, seperti dengan Tiongkok, AS, India, Pakistan, Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang.

    Meski demikian, Indonesia tengah mengembangkan industri bahan baku serat rayon. Sedangkan dari sisi investasi, industri TPT Indonesia dapat ditingkatkan dengan penguatan investasi pada sektor-sektor yang lemah, seperti di sektor pembuatan serat, pemintalan benang, kain lembaran, dan kain rajut.

    Penguatan investasi ini juga sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi di sektor hilir (garmen). Menurut Mendag, ajang TEITSS 2019 ini dapat menjadi kesempatan bagi para investor guna menanamkan modal pada unit industri sektor-sektor tersebut.

    Sementara pada sisi pengembangan akses pasar, industri tekstil dinilai dapat berkembang dengan dukungan dari kerja sama perdagangan dengan negara-negara komplementer melalui skema imbal beli dan perjanjian perdagangan preferensial (PTA). Strategi lainnya juga bisa dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dalam format bilateral (BFTA), kemitraan ekonomi komprehensf regional (RCEP), dan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA).

    "Kita perlu mendorong ataupun mempercepat proses pembentukan FTA dengan negara di Eropa dan AS. Hal ini mengingat negara-negara tersebut merupakan negara tujuan ekspor utama produk TPT. Dengan adanya FTA, diperkirakan akan mempengaruhi peningkatan ekspor Indonesia ke dunia," papar Enggar.

    Kegiatan TEITSS 2019 sendiri sengaja digelar untuk memberikan gambaran utuh tentang potensi TPT Indonesia, mulai dari kemampuan produksi dan kualitas produk, hingga berbagai kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong pengembangan TPT. Kegiatan internasional yang melibatkan berbagai perusahaan Indonesia dan buyers mancanegara ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bisnis dan kontrak dagang antara kedua pihak.

    "Hal itu tentunya akan menjadi bagian dari hasil capaian selama penyelenggaraan TEI ini,” tuturnya.

    Nilai ekspor produk TPT Indonesia periode Januari-Agustus 2019 tercatat senilai USD8,76 miliar. Nilai ini menurun 1,68 persen dibandingkan ekspor periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD8,91 miliar.

    Ekspor produk TPT selama periode 2014-2018 mengalami tren pertumbuhan yang positif sebesar 0,88 persen per tahun. Produk TPT Indonesia dengan nilai ekspor paling besar pada periode Januari-Agustus 2019 adalah fiber (pangsa 4,00 persen), baju hangat/sweat shirt (3,87 persen), blus wanita bukan rajut (3,69 persen), benang fiber (3,17 persen), dan bra bukan rajut (2,91 persen).

    Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat (35,92 persen), Jepang (10,05 persen), Tiongkok (6,11 persen), Korea Selatan (4,90 persen), dan Jerman (4,21 persen). Kelima pasar ini merupakan pasar utama produk TPT dengan jumlah pangsa pasar seluruhnya sebanyak 61,19 persen.

    Sedangkan, nilai impor produk TPT Indonesia pada periode Januari-Agustus 2019 sebesar USD6,20 miliar. Nilai ini menurun 6,40 persen dibandingkan periode yang sama di 2018 yang tercatat sebesar USD6,62 miliar. Produk TPT Indonesia dengan nilai impor paling besar adalah katun (pangsa 12,73 persen), kain rajut (3,70 persen), kain rajut dari katun (2,69 persen), kain tenun (2,59 persen), dan kain tekstil (2,41 persen).

    Negara asal impor pada periode Januari-Agustus 2019, yaitu Tiongkok (pangsa 42,19 persen), Korea Selatan (10,69 persen), Amerika Serikat (6,67 persen), Taiwan (5,98 persen), dan Hong Kong (5,25 persen).

    Saat ini, negara pesaing Indonesia di Asia adalah Vietnam, Bangladesh, dan Kamboja. Pada 2018, pangsa pasar TPT Indonesia di dunia sebesar 1,58 persen atau berada pada peringkat ke-16 di bawah Bangladesh dan Vietnam.

    Hal tersebut dikarenakan Bangladesh dan Vietnam memiliki tarif preferensi ke Uni Eropa dan AS yang sebesar nol persen sedangkan Indonesia masih dikenakan tarif normal sebesar 5-20 persen. Sementara itu, pangsa ekspor Kamboja juga terus berkembang dan melampaui pangsa pasar Indonesia pada 2018.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id