Traveloka-Tokopedia Bukan Jadi Penyelenggara Umrah

    Ilham wibowo - 24 Juli 2019 18:05 WIB
    Traveloka-Tokopedia Bukan Jadi Penyelenggara Umrah
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memastikan platform Traveloka maupun Tokopedia tidak akan menjadi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Indonesia. Kedua perusahaan rintisan itu hanya diundang terlibat dalam pengembangan Umrah Digital Enterprise antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi.

    Menkominfo Rudiantara mengatakan baik Traveloka maupun Tokopedia akan tetap menjadi platform digital yang ekosistemnya bisa diimplementasikan pada efisiensi bisnis yang mengikuti masyarakat saat beribadah umrah.

    "Memang tidak ada niat dari awal Traveloka dan Tokopedia jadi penyelenggara umrah yang kita kenal sekarang," kata Rudiantara ditemui di kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juli 2019.

    Nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya dilakukan bersama Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha telah dilakukan dalam program pengembangan potensi ekonomi digital. Rudiantara mematikan penjejakan program dilakukan secara business to business antara Traveloka-Tokopedia dengan perusahaan teknologi asal Arab Saudi, Wadi Makkah.

    "Kita masih punya waktu sampai sembialn bulan ke depan duduk bersama prosesnya seperti apa dan siapapun boleh, saya dorong yang bukan Traveloka dan Tokopedia atau startup serupa untuk jadi bagian dari ekosistem," paparnya.

    Proyek Umrah Digital Enterprise sendiri diproyeksikan jadi sebuah platform yang dapat melancarkan kerja sama kegiatan umrah oleh kedua negara. Pengalaman ibadah bakal lebih efisien dari segi biaya dan waktu serta mendorong peningkatan kegiatan usaha kecil menengah di Arab Saudi.

    "Traveloka-Tokopedia siapkan proses bisnis dalam bentuk digital, ini tidak hanya urusan Indonesia karena yang atur umrah kewenangannya Saudi Arabia, kita tidak bisa umrah kalau tidak ada visa," paparnya.

    Rudiantara menambahkan pengembangan ekonomi digital ini akan dibagi dalam fokus pengembangan aplikasi dan investasi. Kajian mendalam saat ini tengah dilakukan sebelum implemetasi secara menyeluruh.

    "Kalau investasi kami sudah bicara dengan nondigital platform karena mereka ingin juga investasi," ujarnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id