Kesehatan Jadi Syarat Indonesia Unggul

    Al Abrar - 10 September 2019 20:38 WIB
    Kesehatan Jadi Syarat Indonesia Unggul
    Forum diskusi perkumpulan alumni Universitas Harvard di Indonesia, Harvard Club Indonesia (HCI), di DPR (Istimewa)
    Jakarta: Pemerintah Jokowi di periode kedua memiliki komitmen menjadikan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang unggul. Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah diminta fokus terhadap kesehatan masyarakat.

    Presiden Harvard Club Indonesia, Melli Darsa mengatakan ada tiga aspek yang harus dibenahi dalam sektor kesehatan. Pertama aspek ketersediaan dan kualitas SDM dunia kesehatan. Kedua, kualitas kesehatan masyarakat itu sendiri, dan ketiga keberlangsungan dan jaminan mutu jaminan sosial kesehatan yang harus disediakan oleh pemerintah. 

    “Kesehatan adalah pra-syarat untuk menghasilkan manusia-manusia unggul Indonesia dan berdaya saing global,” kata Melli, saat diskusi di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

    Namun, sambung Wakil Ketua Umum Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi ini perhatian pemerintah selama ini masih amat terfokus pada kesehatan fisik sementara kesehatan mental atau kesehatan jiwa belum banyak disentuh.

    "Manusia unggul Indonesia itu harus sehat badannya dan sehat jiwanya,” ujar Melli.

    Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf mengatakan masalah kesehatan kejiwaan juga harus menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi periode kedua. 

    Menurut Nova, masalah kejiwaan dan mental sudah memasuki masa kritis karena sudah menjangkit anak-anak muda di Indonesia namun belum banyak menjadi prioritas pemerintah saat ini. Negara akan tumbuh menjadi negara maju jika SDM-nya berkualitas. Berkualitas secara fisik dan intelegensia serta kejiwaannya.

    "Itu kalau kita mau kejar generasi emas 2045. Kita juga membutuhkan sebuah visi kesehatan yang adaptif dan komprehensif mencakup hingga kesehatan kejiwaan. Tentunya ini harus diimplementasikan mulai dari sekarang. Kita sudah punya UU Kejiwaan sejak 2014, undang-undangnya sudah ada, tinggal implementasinya saja," kata Novi.

    Sementara itu, pembicara lainnya, Nurul Luntungan, menambahkan visi kesehatan Indonesia harus diiringi oleh komitmen dan kepemimpinan yang tegas. Sebab, isu kesehatan akan mempengaruhi bangsa secara keseluruhan. 

    Selain itu sambung Nurul, diperlukan dukungan lintas sektor dan kemitraan dengan sektor publik untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan. 

    "Misalnya untuk mewujudkan Cakupan Kesehatan Semesta, tidak bisa hanya menaikkan iuran JKN, tapi harus didukung kebijakan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas layanan dan menurunkan beban kesehatan," ujar lulusan T.H. Chan School of Public Health ini.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id