Perusahaan Sarang Walet Tiongkok Diajak Bangun Pabrik di Indonesia

    Antara - 22 Juli 2019 08:10 WIB
    Perusahaan Sarang Walet Tiongkok Diajak Bangun Pabrik di Indonesia
    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
    Shanghai: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak perusahaan pengolahan sarang burung walet di Tiongkok berinvestasi membangun pabrik di Indonesia.

    "Saya ajak mereka untuk berinvestasi buat (pabrik) di Indonesia karena bahan bakunya memang dari sana. Kemudian produksinya diekspor lagi kembali ke sini," katanya, seusai mengunjungi pabrik pengolahan sarang burung walet Yan Ty Ty, di Shanghai, seperti dikutip dari Antara, Senin, 22 Juli 2019.

    Yan Ty Ty mendapatkan pasokan bahan baku sarang burung walet mentah dari PT Anugerah Citra Walet Indonesia 027 yang berkantor pusat di Bogor, Jawa Barat. Kemudian sarang burung itu diolah menjadi beberapa produk turunan berupa makanan dan minuman serta kosmetik.

    "Dari satu sisi bahan baku kita ekspor, tapi juga kita buat (makanan) minuman di Indonesia yang kemudian kita ekspor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ASEAN, dan beberapa negara lain yang kita sudah punya perjanjian (ekspor-impor). Tentu ini akan menjadi bisnis yang sangat menarik," ujarnya.

    Selain menambah nilai ekspor sarang burung walet, pembangunan pabrik olahan tersebut, menurut Lukita, bisa menekan penyelundupan.

    "Kita atasi penyelundupan itu karena sebagian diselundupkan ke Vietanam dan Malaysia untuk kemudian diolah dan masuk (pasar) sini, juga ke Hong Kong," ujarnya.

    Mengenai hambatan yang dialami para pengusaha Indonesia untuk memasukkan produk olahan ke Tiongkok, dia mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Kementerian Kepabeanan Tiongkok, di Beijing, Kamis, 18 Juli 2019.

    Menurut dia, hal itu tidak seharusnya terjadi karena produk-produk Yan Ty Ty sudah memiliki sertifikat dari pemerintah Tiongkok. "Jadi kelebihan mereka masuk ke Indonesia dan ekspor ke
    sini karena mereka punya izin dan tahu bagaimana proses izin itu didapat dari sini," katanya.

    Dengan dibukanya pabrik Yan Ty Ty di Indonesia, maka akan menambah lapangan kerja bagi warga sekitar lokasi pabrik. Yan Ty Ty dikembangkan Lili, pengusaha berkewarganegaraan Tiongkok, yang bersuamikan Rudy Foniaty. Lili bertugas sebagai direktur utama Yan Ty Ty, sedangkan Rudi sebagai direktur utama PT Anugerah Citra Walet Indonesia 027 yang memasok bahan baku dari Indonesia.

    Sejak Presiden Joko Widodo turut mempromosikan Yan Ty Ty pada tahun lalu dengan terjemahan berbahasa Mandarin, produk itu makin dikenal luas di Tiongkok.

    "Tahun ini ada 60 toko waralaba turut menjual produk kami. Sebenarnya di Tiongkok sarang burung walet Indonesia kurang dikenal, mungkin hanya lima persen masyarakat sini yang mengerti. Jadi kami terus edukasi, apalagi dengan dukungan Pak Jokowi, akan lebih terkenal lagi. Sebelum ada promosi dari Pak Jokowi belum ada waralaba," kata Rudy yang setiap tahun memasok 10 ton sarang burung walet mentah ke Yan Ty Ty.

    Lukita menambahkan, volume ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok sampai saat ini baru terealisasi 70 ton per tahun. "Mereka mengeluhkan kuota yang hanya 160 ton satu tahun.
    Tapi realisasinya hanya 70 ton. Jadi buat apa minta kuota tambahan kalau itu saja belum terpenuhi karena yang jadi persoalan adalah kesulitan masuk ke sini," ujarnya.

    Kapasitas produksi sarang burung walet Indonesia mencapai 1.600 ton per tahun. "Saya tidak bemimpi semuanya, kalau sekarang 1.000 ton saja, kita bisa dapat lebih dari USD2 miliar," pungkas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id