BI Kaji Pengembangan PDB Syariah

    Rizkie Fauzian - 03 Agustus 2019 11:52 WIB
    BI Kaji Pengembangan PDB Syariah
    Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
    Palembang: Bank Indonesia (BI) tengah mengembangkan Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Pengembangan tersebut untuk mengetahui dampak ekonomi syariah kepada perekonomian nasional.

    "Kita akan mengeluarkan PDB syariah untuk mengetahui dampaknya. Kalau kita tahu bisa membantu menciptakan tenaga kerja," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, di Palembang, Jumat, 3 Agustus 2019.

    Menurut Dody mengukur PDB syariah tidak hanya semata-mata memisahkan sektor haram dan halal semata. PDB Syariah akan disusun dari semua sektor ekonomi pelaku syariah. Selain itu, menghitung seberapa besar pengaruhnya atau nilai tambah pada perekonomian.

    "Sebenarnya kalau mau gampang yang haram dihitung ke dalam PDB syariah, misalnya, minuman keras, atau yang terlarang lainnya dipisahkan dari sektor halal. Tapi penghitungannya kan tidak seperti itu, makanya saat ini masih disusun oleh BI dan BPS, jadi belum tahu kapan," jelasnya.

    Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan menambahkan penghitungan PDB syariah mirip dengan PDB biasa, hanya saja fokus untuk ekonomi syariah, produk dan ekspenditurenya.

    "Penghitungan PDB syariah ini memerlukan kolaborasi dari semua pihak untuk bisa memilah sektor mana yang masuk dan tidak. Ada ribuan komponen sehingga BI juga akan menggandeng Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)," tutup Dadang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id