Sri Mulyani: Gaet Investasi Saat Ini Lebih Sulit Ketimbang Zaman Orba

    Husen Miftahudin - 16 Juli 2019 17:07 WIB
    Sri Mulyani: Gaet Investasi Saat Ini Lebih Sulit Ketimbang Zaman Orba
    Illustrasi. MI/Susanto.
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui upaya pemerintah mendongkrak realisasi investasi saat ini lebih sulit ketimbang di zaman Orde Baru (Orba). Sebab pada saat itu perizinan dikontrol penuh oleh pemerintah pusat.

    "Dulu mungkin pada rezim politik yang sentralistik, otoriter, bisa mengontrol hampir semua leader for investment climate itu. Akhirnya investasi datang," ujar Sri Mulyani dalam seminar Indef di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juli 2019.

    Saat ini, sebut Sri Mulyani, kebijakan desentralisasi membuat perizinan dipegang oleh banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Birokrasi yang berbelit menyebabkan ketidakpastian hukum, sehingga investor berpikir ulang untuk menanamkan modalnya.

    Akibatnya kinerja investasi terus menurun dari tahun ke tahun. Pertumbuhan sektor manufaktur melambat dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto juga kian tergerus.

    "Mereka bilang kami tidak problem mengeluarkan cost asal pasti ada hasilnya. Yang mereka tidak bisa kuat adalah saya sudah mengeluarkan biaya tapi saya tidak ada kepastian," tukasnya.

    Atas dasar itu kini investor tak lagi memperhatikan faktor geopolitik suatu negara. Mereka justru melihat kepastian prospek bisnis. Di Tiongkok, sebut Sri Mulyani, perizinan terpusat. Negeri Tirai Bambu itu menikmati derasnya aliran modal lantaran memberi kepastian hukum kepada investor.

    "Makanya kalau Anda ingin seperti di RRT, dia (investor) enggak terlalu peduli dengan sistem politiknya, tapi mereka bisa delivery ada bisa kemudian menghasilkan result," jelas dia.

    Oleh karena itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu terus berupaya untuk mereformasi birokrasi. Tujuannya, untuk memberikan jaminan investasi kepada pemilik modal yang kadang terhambat oleh berbagai faktor di daerah.

    "Yang dilakukan Indonesia bagaimana tetap bisa mempertahankan demokrasi kita. Namun kita tetap driver, makanya kenapa Presiden kemarin di dalam pidato visi misi, birokrasi kita tidak boleh terlalu berbelit-belit," tegas Sri Mulyani.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id