2015, Dividen BUMN Bakal Dipangkas Rp9 Triliun

    Suci Sedya Utami - 07 Januari 2015 12:34 WIB
    2015, Dividen BUMN Bakal Dipangkas Rp9 Triliun
    Ilustrasi -- FOTO: Antara/Atet Dwi Permana
    medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memberi sinyal pemerintah akan memangkas setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp9 triliun.

    "Ya sekitaran itu (Rp 9 triliun) memang," ujar Bambang, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

    Namun ketika disinggung mengenai dividen perusahaan energi nasional pelat merah, yakni PT Pertamina (Persero), Bambang tak tahu pasti dan enggan menyebutkan besarannya.

    "Saya enggak tahu angkanya. Menteri BUMN yang hafal," terang dia.

    Dalam pembahasan RAPBN 2015 tahun lalu, pemerintah dan DPR sepakat mematok target dividen BUMN sebesar Rp43,73 triliun. Namun Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, setoran itu akan diturunkan sebesar Rp1,5 triliun menjadi Rp42,23 triliun.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan memberi dukungan terhadap BUMN melalui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dan mengurangi dividen.

    "Mekanisme suntikan modal kalau untuk BUMN listing lewat penerbitan saham baru (rights issue), sementara nonpublik akan diberikan PMN. Jadi pemerintah akan membeli saham yang menjadi haknya di perusahaan publik," kata Sofyan.

    Menurut Sofyan, ada sekira dua sampai tiga perusahaan pelat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan rights issue. Namun dia masih merahasiakan jumlah maupun nilai penerbitan saham baru tersebut.

    "Nanti lah, akan tahu saat kita ajukan dalam APBN-P 2015. PMN kita akan kombinasikan dengan mengurangi dividen," ujarnya.

    Adapun dari ruang fiskal Rp230 triliun, lanjut Sofyan, pemerintah memutuskan untuk mengurangi dividen sejumlah BUMN agar dapat ekspansi dan mengembangkan usahanya.

    "Karena banyak uang tersedia, dividen dikurangi. Misalnya dividen BUMN Perbankan dikurangi jauh dari 25 persen. Idenya Presiden, dividen harus sekecil mungkin," tegas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id